Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. Foto: MI/Susanto
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. Foto: MI/Susanto

Menko PMK Maklumi Kesalahan Data Lem Aibon

Nasional apbd
Cindy • 31 Oktober 2019 21:57
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy angkat bicara terkait kesalahan input anggaran di Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2020 Dinas Pendidikan DKI menganggarkanlem aibon sebanyak Rp 82 miliar.
 
"Itukan kekeliruan, kekeliruan input data. Harus dimaklumilah namanya keliru masa mau disalahkan," kata Muhadjir di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis, 31 Oktober 2019.
 
Lanjutnya, kekeliruan dalam memasukkan data adalah hal yang wajar. Lagipula Pemprov DKI sudah mengakui kesalahan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Setiap orang kan punya hak untuk keliru. Yang penting habis keliru dibenahi," imbuh Muhadjir.
 
Sebelumnya, Pengadaan barang berupa lem aibon yang menelan dana hingga Rp82 miliar diakui merupakan hal fiktif. Bahkan, alokasi anggaran untuk nama barang tersebut sebenarnya tidak ada.
 
Lem aibon pun digunakan dalam menyusun APBD DKI Jakarta 2020 ternyata hanya sementara.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Suku Dinas (Sudin) Jakarta Barat Wilayah 1 Sudarman merupakan penginput data lem aibon.
 
Iamenjelaskan kejadian itu berawal ketika pagu anggaran dikeluarkan. Alhasil, para petugas memasukkan data secara asal untuk mengisi kesesuaian pagu.
 
"Pagu itu lalu kami cantolkan, dan operator menginput melihat yang paling depan saja. Kan sudah memasukkan sekian ini-itu, Rp82 miliar," kata Sudarman saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 30 Oktober 2019.
 

(NUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif