KPAI Pastikan Anak Korban Teroris Diperhatikan Negara

M Sholahadhin Azhar 17 Mei 2018 12:57 WIB
terorisme
KPAI Pastikan Anak Korban Teroris Diperhatikan Negara
Terorisme. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.
Jakarta: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memastikan anak korban terorisme mendapat haknya. KPAI juga membantah tugas mereka tumpang tindih dengan kementerian atau lembaga lain terkait perlakuan kepada korban anak. 

"Dalam kasus ini, KPAI memastikan anak-anak korban maupun anak-anak dari pelaku mendapat perlindungan dan jaminan dari negara," kata Komisioner KPAI Retno Listyarti kepada Medcom.id, Kamis, 17 Mei 2018.

Prinsipnya, ia menyebut tugas pokok dan fungsi (tupoksi) KPAI di ranah pengawasan. Misalnya, Kementerian Sosial (Kemensos) bertugas mendistribusikan bantuan kepada korban yang merupakan anak teroris. Namun, yang memiliki data terkait hal tersebut adalah Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT). 


"Kita tugasnya mengawasi, berkoordinasi memastikan Kemensos dan BNPT ketemu. Karenanya kita enggak melakukan pendampingan (pada anak)," sebut Retno.

Selain itu, KPAI juga mengontrol semua perlakuan negara kepada anak. Artinya, apa yang dikenakan pada korban anak, yang merupakan buah hati pelaku teror, harus sesuai ketentuan. 

Baca: Polisi Sisir Indekos di Tangerang

Penyidik, kata dia, harus merujuk pada sistem peradilan anak dan pendampingan psikolog dalam proses pemeriksaan terhadap anak teroris. KPAI sudah berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) serta Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) mengenai masalah ini. 

LPSK dan Kementerian PPA memiliki tupoksi berbeda. LPSK bisa memberi pendampingan berupa perlindungan dan bantuan medis. Sementara itu, Kementerian PPA fokus mendukung aspek psikologis korban anak. 

Di pihak lain, Kemensos bertugas mendistribusikan bantuan sosial, seperti baju, pangan, dan lainnya. "Kita koordinasi bersama. Tidak akan ada tumpang tindih kewenangan, proses itu dikerjakan bersama-sama dengan negara," kata Retno.





(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id