Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)
Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)

KPAI Sayangkan Kekerasan Oknum Guru di Jaktim Berakhir Damai

Nasional Kekerasan di Sekolah
Zaenal Arifin • 15 Februari 2020 05:00
Jakarta: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyayangkan kasus kekerasan oknum guru di Matraman, Jakarta Timur berakhir damai. Cara ini diniai tidak menyelesaikan masalah kekerasan di dunia pendidikan.
 
"Artinya kalau posisi damainya hanya selesai dengan materi, itu bukan penyelesaian, harusnya sampai mana? Sampai persoalan ini tidak terjadi lagi dan korban dilindungi," kata Komisioner KPAI Maryati Solihah kepada Medcom.id di Jakarta, Jumat, 14 Februari 2020.
 
Semestinya, kata dia korban melaporkan kasus ini ke pihak berwajib dan menjalani visum. Karena kekerasan oknum guru itu membuat luka lebam di sekitar mata korban.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bagaimana kalau bisa dibuktikan dengan pidana lainnya? Misalnya anak ini sampai luka berat dan sebagainya, kan itu pidana," ujarnya.
 
Kekerasan semacam ini bisa menumbulkan efek trauma kepada anak di kemudian hari. Tegasnya, harus ada penyelesaian yang memberikan efek jera.
 
"Kita tidak boleh menutup mata, tidak ada perdamaian dalam konteks ini," tegasnya.
 
Seorang oknum guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01, Kebon Manggis, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, memukul siswa kelas 6 berinisial RH, Selasa, 12 Februari 2020. Mata kanan korban mengalami luka lebam.
 
Kapolsek Matraman Kompol Tedjo Asmoro, mengungkapkan kejadian berawal saat RH sedang bermain bola bersama sejumlah temannya di lingkungan sekolah. Pelaku meminta mereka berhenti karena ada pelaksanaan ujian.
 
"Sudah dilarang karena lagi ada ujian, tapi namanya anak-anak kan jadi tetap main. Mungkin gurunya juga kelepasan sehingga memukul," kata Tedjo di Matraman, Jakarta Timur, Rabu, 13 Februari 2020.
 
Mendapat bogem mentah dari sang guru, kata Tedjo, RH pulang mengadu kepada orang tuanya. Kedua belah pihak sepakat berdamai difasilitasi Unit Reskrim Polsek Matraman.
 
"Besoknya hari Rabu, masalah sudah selesai. Kita mediasi bersama pihak Kelurahan, jadi pihak orang tua dan sekolah bertemu," ujarnya.
 
Tedjo menuturkan pihak keluarga sepakat tak membuat laporan sehingga kasus tak berlanjut di ranah hukum. Pihak sekolah memberhentikan oknum guru itu.
 
"Orang tua enggak buat laporan, selesai secara kekeluargaan. Kita juga menyesalkan tindakan yang dilakukan oknum guru tersebut," tuturnya.
 

 

(WHS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif