BNP2TKI Minta 103 TKI di Malaysia Tidak Dideportasi
Kepala BNP2TKI,Nusron Wahid. Foto: MTVN/Siti Yona Hukmana.
Jakarta: Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) minta 103 TKI yang ditahan di Malaysia tidak dideportasi. Sebab, imigrasi masih memeriksa status mereka.
 
Kepala BNP2TKI,Nusron Wahid mengatakan, Kementerian Luar Negeri sedang melakukan cek imigrasi.  "Kurang lebih satu minggu pengecekan untuk masalah keimigrasian mereka (TKI)," kata Nusron saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX di DPR, Senayan, Selasa, 13 Februari 2018.
 
Nusron mengatakan, pihaknya sedang memastikan status imigrasi para TKI dengan mendatangkan agency dan penyalur pekerja untuk datang.

Baca: BNP2TKI Pastikan TKI di Malaysia Dapat Bantuan Hukum
 
Tanda tangan dari agency atau perusahaan penyalur, kata Nusron, dibutuhkan untuk meyakinkan imigrasi agar mereka (TKI) tidak dideportasi. Deportasi akan menegaskan TKI itu dianggap ilegal.
 
"Supaya mereka tidak dianggap ilegal karena mereka itu berdokumen sebetulnya. Ini permasalahannya adalah tidak ditempatkan sesuai perjanjian kerja," ujar Nusron.
 
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat BNP2TKI, Servulus Bobo Riti mengatakan, masalah itu terkait permasalahan prosedural lantaran adanya praktik salah izin dan outsourcing.
 
"Praktik salah permit (izin) itu adalah kondisi nyata dialami TKI. Kontrak kerja seharusnya ditempatkan di Johor Bahru tetapi pada kenyataannya bekerja di Malaka," kata Servulus.





(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id