Gedung DPR, MPR, dan DPD RI dijaga ketat (Foto: Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)
Gedung DPR, MPR, dan DPD RI dijaga ketat (Foto: Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)

Bamsoet Pastikan Tak Ada Peluru Tajam dalam Pengamanan Kompleks Parlemen

Nasional berita dpr Demo Massa Penolak Pemilu
Anggi Tondi Martaon • 22 Mei 2019 21:46
Jakarta: Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) memantau pengamanan di Kompleks Parlemen, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu, 22 Mei 2019. Ia memastikan aparat keamanan tak dibekali peluru tajam.
 
Berbagai perlengkapan pengamanan yang digunakan sudah sesuai dengan arahan dari Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.
 
Bamsoet menyebutkan, pihak keamanan di lapangan dibekali tiga jenis amunisi, yaitu peluru hampa, peluru karet, dan gas air mata.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mereka dilarang keras membawa peluru tajam," ujar Bamsoet.
 
Dalam pemantauan pengamanan di Kompleks Parlemen, Bamsoet didampingi Anggota DPR RI Muhamad Misbakhun dan Sekjen DPR RI Indra Iskandar. Sementara, dari pihak keamanan hadir Asops Mabes Polri Irjen Pol Martuani Sormin dan Brigjend TNI A.riad dari Mabes TNI.
 
Di hadapan wartawan, Bamsoet menyampaikan pesan agar aparat menahan diri dalam menghadapi pengunjuk rasa aksi 22 Mei.
 
"Saya mengingatkan aparat bahwa Kita tidak sedang berperang melawan rakyat sendiri. Kita sedang berusaha menertibkan kebebasan dalam penggunaan hak menyatakan pendapat yang menyimpang dan manabrak UU dengan cara humanis, namun tegas," kata Bamsoet.
 
Diketahui, massa menggelar aksi unjuk rasa penolakan hasil Pemilu 2019 di depan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, sejak Selasa, 21 Mei 2019. Aksi masih berlanjut hingga Rabu, 22 Mei 2019.
 
Aksi tersebut melebar menjadi kerusuhan yang merembet hingga ke Petamburan dan Slipi, Jakarta Barat. Korban jiwa berjatuhan dalam aksi ini. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut demonstrasi penolakan hasil Pemilu 2019 menyebabkan enam korban meninggal.
 
Sementara, Polda Metro Jaya telah menangkap dan menetapkan tersangka terhadap 257 orang yang diduga sebagai provokator dan perusuh saat demo penolakan hasil Pemilu 2019.
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif