Salah satu lokasi terdampak tsunami di Selat Sunda/MI/Susanto
Salah satu lokasi terdampak tsunami di Selat Sunda/MI/Susanto

Alat Berat Dikerahkan Mengevakuasi Korban

Nasional Tsunami di Selat Sunda
Damar Iradat • 24 Desember 2018 09:47
Jakarta: Sejumlah alat berat diturunkan untuk proses evakuasi dan pencarian korban tsunami di Selat Sunda. Petugas fokus pada korrdinasi, evakuasi, pencarian dan penyelematan korban, pelayanan keseharan, penanganan pengunsi, sertai perbaikan sarana prasarana rusak.

"Untuk evakuasi dikerahkan alat berat tujuh unit excavator, 12 unit dump truck, dan dua unit loader," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin, 24 Desember 2018.

Baca: Korban Tsunami Banten Jadi 281 Orang

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Sebanyak satu unit excavator dan dozer juga diterjunkan dalam mobilisasi ke lokasi bencana. Tim juga menurunkan satu loader, satu grader, dua tronton, dan empat dump truck. Sutopo menjelaskan tim masih membutuhkan tambahan personel mengingat panjang dan luar area terdampak. Personel diperlukan untuk evakuasi, pencarian, dan penyelamatan korban. Tim menduga masih ada korvan di bawah reruntuhan bangunan dan meterial yang tersapu tsunami.

Baca: Jejak Longsor Gunung Anak Krakatau Terekam Citra Satelit

Saat ini, penanganan darurat dilakukan tim gabungan TNI, Polri, BNPB, Basarnas, dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Ada pula Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian ESDM, BPBD, SKPD, NGO, relawan dan masyarakat. Kepala daerah memimpin penanganan darurat di wilayah masing-masing.

"Pos kesehatan, dapur umum, dan pengungsian didirikan di beberapa tempat. Bantuan logistik terus disalurkan," kata Sutopo.

Tsunami di Selat Sunda menerjang pesisir Banten dan Lampung Selatan Sabtu malam, 22 Desember 2018. Hingga pukul 07.00 WIB, 281 orang tercatat meninggal dunia, 1.016 orang luka-luka, 57 orang hilang dan 11.687 orang mengungsi.

Kerusakan fisik meliputi 611 unit rumah rusak, 69 unit hotel-vila rusak, 60 warung-toko rusak, dan 420 perahu-kapal rusak. Korban dan kerusakan ini terdapat di 5 kabupaten terdampak, yaitu Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, Tanggamus dan Pesawaran.




(OJE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi