Kemenkominfo Ungkap Kabar Hoaks Insiden Lion Air
Ilustrasi Pesawat Lion Air Boeing 737 Max-8 dengan registrasi PK-LQJ. Foto: Lion Air Group/Boeing.
Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengungkap tiga kabar hoaks terkait insiden jatuhnya pesawat Lion Air JT610. Masyarakat diimbau tidak mudah menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya.
 
Plt Kepala Biro Humas Kemkominfo Ferdinandus Setu mengungkapkan, kabar hoaks pertama yang beredar di media sosial adalah foto badan pesawat terbelah yang di duga pesawat Lion Air JT-610.
 
"Foto yang digunakan dalam postingan tersebut bukan kondisi pesawat Lion Air JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang pada 29 Oktober 2018.  Foto itu adalah kondisi pesawat Lion Air JT-904 dalam penerbangan Banjarmasin-Bandung-Denpasar yang terbelah di laut Bali pada tanggal 13 April 2013," kata Ferdinandus dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 30 Oktober 2018.

Baca: Grafik Flightradar Rekam Aktivitas Abnormal Penerbangan JT610

Hoaks kedua terkait video yang memperlihatkan saksi nelayan saat jatuhnya pesawat jatuh Lion Air JT-610. Faktanya, video tersebut peristiwa jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines Flight 961 di Samudera Hindia pada tanggal 23 November 1996.
 
Hoaks ketiga, foto di media sosial yang memperlihatkan seorang bayi dengan caption satu bayi korban pesawat Lion Air JT-610 selamat terombang ambing di laut.
 
"Faktanya, foto tersebut merupakan salah satu penumpang selamat dari kejadian tenggelamnya kapal KM Lestari Maju di Perairan Selayar pada 3 Juli 2018," ujar Ferdinandus.






(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id