ATC Menyetujui Lion JT610 Kembali sebelum Akhirnya Jatuh

Hendrik Simorangkir 29 Oktober 2018 16:32 WIB
Lion Air Jatuh
ATC Menyetujui Lion JT610 Kembali sebelum Akhirnya Jatuh
Menhub menggelar preskon di Posko Terpadu Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, terkait jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 3 Attachments
Tangerang: Pesawat Lion Air JT610 yang dikomandoi Captain Bhavye Suneja sempat meminta kembali return to base (RTB)  ke Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Direktur Utama AirNav Novie Rianto mengatakan pihak Air Traffic Control (ATC) bandara menyetujui permintaan pilot untuk kembali ke bandara setelah tiga menit mengudara.

"Namun, setelah kita setujui kontak hilang," kata Rianto di Posko Terpadu Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin, 29 Oktober 2018.

Baca: Pilot Sempat Minta Pesawat Kembali ke Bandara Soetta


AirNav akan memeriksa rekaman terakhir antara pilot dan petugas untuk permintaan RTB. Prosesnya panjang. Menurut Rianto, investigasi akan didasarkan record dan black box.

"Sinyal black box sedang dicari mengandalkan ULB yang terletak tidak jauh dari kotak hitam. Pencarian posisi black box minimum 30 hari dengan kedalaman 30 meter," Rianto menjelaskan.

Baca: Lion Air Beri Opini Buruk Penerbangan Indonesia

Pesawat Lion Air rute dengan rute Jakarta-Pangkalpinang yang mengalami lost contact, sekitar pukul 06.33 WIB tadi dan setelah 13 menit mengudara pesawat jatuh di koordinat S 5’49.052” E 107’ 06.628”  (sekitar Kerawang) dengan mengangkut 178 penumpang dan delapan kru. Untuk pesawat sendiri dikomandoi oleh Capt. Bhavye Suneja dan Co. Pilot Harvino.

Pesawat Lion Air dengan JT 610 dan registrasi PK-LQP jenis boeing 737 MAX 8 datang ke Indonesia 2018 dan baru dioperasikan oleh Lion Air sejak 15 Agustus 2018.





(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id