Huntara Segera Dibangun
Kondisi bangunan yang rusak akibat gempa di Palu, Sulawesi Tengah. (Foto: ANTARA-BNPB
Jakarta: Kepala Satgas Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Arie Setiadi Murwanto mengatakan pihaknya akan segera membangun hunian sementara (huntara) untuk korban gempa, tsunami, dan likuefaksi di Palu, Donggala, dan Sigi, Sulawesi Tengah.

Saat ini proses pembersihan lahan yang akan dibangun huntara masih berlangsung. Pihaknya juga mulai mengidentifikasi wilayah-wilayah mana saja yang cocok bagi huntara.

"Hunian sementara ini bentuknya barak dan akan dihuni 5-10 keluarga," ujarnya melalui sambungan telepon dalam Breaking News Metro TV, Sabtu, 6 Oktober 2018.


Arie mengungkapkan lokasi-lokasi yang akan dibangun huntara akan ditinjau terlebih dulu untuk memudahkan pemerintah menyediakan air bersih dan sanitasi. Kemungkinan, huntara akan dibangun tak begitu jauh dari permukiman para korban sebelumnya.

Proses mendirikan huntara juga akan dikonsultasikan lebih dulu dengan ahli geologi, geoteknik, sampai dengan Badan Meteorologi, Kilmatologi, dan Geofisika (BMKG). Hal ini untuk memastikan keamanan hunian yang akan dibangun.

"Karena kan di daerah Balaroa dan Petobo sudah tidak bisa dihuni lagi makanya harus didiskusikan dulu untuk mendapatkan lokasi yang betul-betul aman," ungkapnya.

Selain hunian, Arie mengatakan pihaknya juga akan meninjau dan mengidentifikasi keamanan bangunan dan fasilitas umum seperti rumah sakit umum daerah, sekolah, perguruan tinggi, sampai dengan bandara apakah harus dibongkar total atau hanya rehabilitasi.

Penanganan hunian sementara ini, tambah Arie, akan berbeda dengan yang dilakukan pemerintah pascagempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Jika di Lombok pemerintah hanya memberi insentif untuk dibangun kembali karena sebagian besar bangunan terdampak gempa masih bisa diperbaiki, lain dengan di Palu, Sigi, dan Donggala.

"Karena di Palu lahan permukimannya hancur total, tidak bisa dihuni lagi, dan dekat dengan sesar aktif makanya dicarikan lokasi lain. kemungkinan besar hunian (sepenuhnya) akan dibangunkan oleh pemerintah," jelas dia.





(MEL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id