Ilustrasi gelombang tinggi. (Foto: MI/Ramdani)
Ilustrasi gelombang tinggi. (Foto: MI/Ramdani)

BMKG Mengeluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi

Nasional gelombang tinggi
Antara • 25 Februari 2019 11:52
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi, untuk tiga hari ke depan, Senin, 25 Februari 2019 hingga Kamis, 28 Februari 2019. Hal itu menyusul terpantaunya topan Wutip 935 hPa di Samudra Pasifik timur Filipina.
 
Informasi dari Kabag Humas BMKG Taufan Maulana yang diterima di Jakarta, Senin, 25 Februari 2019 menyebutkan pola angin di utara Indonesia, umumnya dari arah Utara-Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 4-20 knot. Di Selatan wilayah Indonesia umumnya dari arah Barat-Utara, kecuali di wilayah perairan barat Lampung, hingga selatan Jawa dari Timur-Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 4-20 knot.
 
Menurutnya, kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan utara Kepulauan Sangihe-Kepulauan Talaud dan Samudra Pasifik utara Halmahera. Kondisi itu mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wilayah yang berpotensi gelombang dengan tinggi 1,25-2,5 meter, yaitu di Selat Malaka bagian Utara, perairan utara Sabang, perairan Sabang-Banda Aceh. Kemudian, perairan barat Aceh, hingga Kepulauan Mentawai, perairan Bengkulu hingga Lampung, Samudra Hindia barat Sumatera.
 
Baca: Gelombang Tinggi Diprediksi Terjadi di Sejumlah Perairan
 
Selain itu, di Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Pulau Jawa hingga Pulau Sumbawa, Selat Bali-Selat Lombok-Selat Alas bagian selatan, perairan selatan Pulau Sumba-Pulau Sawu-Pulau Rote, Laut Sawu dan Selat Sumba bagian barat, Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTT.
 
Selain itu, di Laut Natuna Utara, Perairan Kepulauan Anambas-Kepulauan Natuna, Laut Natuna dan perairan utara Kepulauan Lingga, Selat Makassar bagian tengah dan utara, Perairan Kalimantan Utara, Laut Sulawesi, perairan utara Sulawesi, perairan selatan Sulawesi Utara.
 
Begitu pula di Laut Maluku bagian selatan, perairan utara Kepulauan Banggai-Kepulauan Sula, perairan barat dan timur Kepulauan Halmahera, Laut Halmahera, perairan utara Sorong-Raja Ampat, dan Teluk Cendrawasih bagian barat.
 
Selain itu, sejumlah wilayah juga berpotensi terkena gelombang tinggi 2,4 hingga empat meter, di antaranya di Laut Maluku bagian utara, perairan utara Kepulauan Sangihe-Kepulauan Talaud, perairan timur Bitung-Kepulauan Sitaro, perairan utara Halmahera, perairan utara Manokwari, perairan utara Biak, Perairan Sarmi-Jayapura, dan Samudra Pasifik utara Halmahera hingga Papua.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif