NEWSTICKER
Ilustrasi: Sejumlah penyandang disabilitas menaiki bus khusus difabel yang dinamakan
Ilustrasi: Sejumlah penyandang disabilitas menaiki bus khusus difabel yang dinamakan "Begawan Abiyasa" sesaat sebelum peluncurannya di Solo, Jateng. (Ant/Akbar Nugroho Gumay)

Moda Transportasi Belum Berpihak pada Difabel

Nasional kaum difabel transportasi
Candra Yuri Nuralam • 14 Februari 2019 06:43
Jakarta: Moda tranportasi di Indonesia diakui belum sepenuhnya berpihak pada kaum difabel. Salah satunya tranportasi kereta api, beberapa stasiun masih sulit diakses para difabel.
 
Padahal, Kementerian Perhubungan sudah memberikan standar pelayanan minimal penumpang berdasarkan peraturan nomor 48 tahun 2015. Peraturan itu juga mengatur mengenai penumpang difabel.
 
"Jadi itu yang di atur di situ dan memang operator yang lama ini masih kereta api, itu masih perlu dibenahi untuk memenuhi standar pelayanan minimal tadi," kata Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Zulfikri di Palmerah, Jakarta Selatan, Rabu, 13 Februari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Zulkifri, masalah terbesar kaum difabel adalah kesulitan dalam menyeberang peron kereta. Penyebrangan di stasiun kerap menggunakan tangga yang tidak ramah dengan pengguna kursi roda.
 
"Pada dasarnya kan kita untuk semua stasiun diberikan fasilitas difabel seperti lift, tapi di beberapa lokasi yang belum kita bangun lift dan eskalator karena masih bermasalah dengan pembangunan lahan," ujar Zulfikri.
 
Zulfikri berharap stasiun LRT maupun MRT nantinya lebih ramah untuk kaum difabel. "Nantinya LRT juga harus memenuhi standar pelayanan minimal yang mengatur difabel," pungkasnya.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif