Pernyataan Dubes Arab Saudi Memicu Perpecahan
Isi cuitan Duta besar Arab Saudi Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuhaibi terkait Reuni 212. (Foto: Metro TV)
Jakarta: Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini menyebut pernyataan Duta Besar Arab Saudi Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuhaibi memicu perpecahan. Osama sebelumnya menyebut Reuni 212 adalah aksi bela tauhid pascapembakaran bendera oleh ormas yang disebut menyimpang.

"Pernyataan Osamah justru memecah belah. Dia menafsirkan sendiri pertemuan 212 (adalah) reaksi atas pembakaran bendera tauhid. Jelas ini merusak dan mengganggu keadaan yang sudah tenang," ujarnya melalui sambungan telepon dalam Metro Pagi Primetime, Rabu, 5 November 2018.

Secara diplomatik, kata Helmy, Osamah tak seharusnya mengomentari kondisi di suatu negara yang bukan wewenangnya. Cuitan Osamah melalui akun media sosial pribadinya dinilai tidak etis sebab sudah memasuki ranah diplomasi negara lain.


"Kami bukan lebay atau marah, hanya meluruskan. Karena di beberapa portal berita internasional seperti Aljazirah sudah bekembang sedemikian rupa yang informasinya justru menyudutkan persepsi umat Islam sendiri," katanya.

Helmy menyesalkan hingga hari ini belum ada klarifikasi resmi yang disampaikan Osama termasuk pernyataan minta maaf. Ia khawatir sikap Osama akan memengaruhi hubungan diplomatik kedua negara. 

"Kami memegang teguh prinsip sebagai negara besar yang memiliki harga diri dan martabat yang harus dijaga. Tidak bisa orang diplomat menyampaikan sesuatu yang justru berpotensi mengganggu integritas bangsa sebagai negara besar," pungkasnya.

Osama sebelumnya melontarkan pernyataan yang dianggap mencampuri urusan dalam negeri Indonesia. Dalam tulisan Arab, Osamah mengatakan Reuni Akbar 212 sebagai protes umat Islam Indonesia atas pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid.

"Aksi jutaan umat Islam sebagai reaksi atas pembakaran bendera tauhid oleh 'organisasi menyimpang atau sesat' beberapa bulan yang lalu. Acara tersebut dihadiri Gubernur DKI, Anies Baswedan, juga dihadiri calon Presiden RI Jenderal Prabowo Subianto serta Wakil Ketua DPR Fadli Zon," demikian terjemahan cuitan sang Dubes.





(MEL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id