im Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Dany Amrul Ichdan, dalam program Crosscheck #FromHome by Medcom.id bertajuk 'Tergesa Vaksin, Berani Jamin?'. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
im Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Dany Amrul Ichdan, dalam program Crosscheck #FromHome by Medcom.id bertajuk 'Tergesa Vaksin, Berani Jamin?'. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Pemerintah Belum Bayar Uang Muka Vaksin Asal Tiongkok

Nasional Virus Korona vaksin covid-19
Fachri Audhia Hafiez • 25 Oktober 2020 21:17
Jakarta: Pemerintah memastikan belum membayar uang muka atau down payment (DP) untuk vaksin covid-19 (korona) asal Tiongkok, Sinovac. Pembayaran uang muka setelah otoritas Indonesia memastikan vaksin aman digunakan.
 
"Tapi ketika term and condition applied sudah ada rekomendasi persetujuan Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) baru diberikan DP oleh Bio Farma (pengelola vaksin)," kata Tim Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Dany Amrul Ichdan, dalam program Crosscheck #FromHome by Medcom.id bertajuk 'Tergesa Vaksin, Berani Jamin?', Minggu, 25 Oktober 2020.
 
Dany mengatakan penjajakan komitmen kerja sama pengadaan vaksin sudah dilaksanakan. Kesepakatan sudah dilakukan untuk memastikan Indonesia memperoleh jatah vaksin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pasalnya, ada 215 negara berebut memperoleh jatah vaksin. "Bentuk komitmen di dalam negeri disebut dengan market advance market commitments," ujar Dany.
 
(Baca: Epidemiolog Minta Data Vaksin Covid-19 Asal Tiongkok Diungkap)
 
Saat ini BPOM dan MUI tengah memantau teknis produksi vaksin Sinovac. Pemantauan untuk memastikan keamanan vaksin sebelum benar-benar digunakan di Indonesia.
 
"Untuk melihat faktor produksi, detail, tanggungannya, dan sebagainya itu standar lah untuk obat dan vaksin. Dari situ memberikan rekomendasi, apakah ini bisa digunakan atau tidak digunakan termasuk izin edarnya," ujar Dany.
 
Dia meminta masyarakat memperhatikan pengadaan vaksin bukan solusi untuk mengakhiri pandemi. Disiplin protokol kesehatan tetap menjadi kunci.
 
"Jadi ini adalah bentuk ikhtiar pemerintah. Ikhtiar kita sebagai manusia untuk melakukan preventif dalam rangka meningkatkan daya tahan tubuh," ucap Dany.
 
Indonesia akan kedatangan 9,1 juta vaksin covid-19 dari tiga produsen berbeda asal Tiongkok yakni Sinovac, Sinophram, dan CanSino. Vaksin tersebut akan hadir di Indonesia secara bertahap November hingga Desember 2020.
 
Vaksin tahap awal diprioritaskan untuk tenaga kesehatan. Vaksin juga dikhususkan bagi warga berusia 18-59 tahun.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif