Kapolda Metro Jaya Irjen Mohammad Fadil Imran. Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Kapolda Metro Jaya Irjen Mohammad Fadil Imran. Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Kapolda Metro: Menghadirkan Ahklak Tak Perlu Menabrak Protokol Kesehatan

Nasional Virus Korona pandemi covid-19 protokol kesehatan Muhammad Rizieq Shihab
Siti Yona Hukmana • 26 November 2020 21:10
Jakarta: Kapolda Metro Jaya Irjen Mohammad Fadil Imran membandingkan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Tebet, Jakarta Selatan dengan di Jawa Timur. Kegiatan di Tebet disebut menimbulkan kerumunan massa dan melanggar protokol kesehatan.
 
"(Akibatnya) noh saudara kita di Petamburan (Jakarta Pusat) banyak yang positif, di Tebet banyak yang positif (covid-19). Acaranya keagamaan, peran ulama dalam menciptakan ketertiban di masa pandemi," kata Fadil di Yayasan Arrahmah Center, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis, 26 November 2020.  
 
Tercatat ada 197 warga Tebet positif terjangkit covid-19. Ratusan orang itu terjangkit virus usai menghadiri kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar pada Jumat, 13 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Fadil, kegiatan Maulid di Jawa Timur yang dilaksanakan di Masjid Raya Al Akbar diikuti hampir 700 pondok pesantren (ponpes) dari Tuban, Banyuwangi, Sumenep, dan Pacitan. Masing-masing ponpes memiliki santri 5.000 sampai 20 ribu.
 
"Alhamdulillah di Jatim kemarin, bukan mau bilang lebih hebat tapi tidak ada salahnya kalau baik bisa dicontoh, Maulid di Jatim diikuti secara virtual, semuanya berselawat, maulid tetap khidmat, meneteskan air mata, mengirimkan selawat kepada Rasulullah," kata Fadil.
 
Baca: Kapolda Metro: Kepulangan Rizieq Hancurkan Upaya Pemerintah Tangani Covid-19
 
Meski digelar virtual, kata Fadil, kegiatan Maulid di Jatim tidak mengurangi cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Kegiatan tersebut ditutup dengan ceramah secara virtual oleh Imam Besar Masjid Istiqlal Nazarudin Umar.
 
"Menghadirkan akhlak dan sifat Rasulullah tidak perlu dengan menabrak rambu dan aturan soal protokol kesehatan. Tergantung niat, niat iki opo? Ape nyang ade di hati aje, kalo kata orang Betawi. Iye, beceng," tutur mantan Kapolda Jawa Timur itu.  
 
Fadil berharap semua masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan. Apalagi, pemerintah telah menggelontorkan dana sebesar Rp685 triliun untuk penanganan pandemi covid-19.
 
"Rp685 triliun kalau dibikin pondok, sudah kebangun di seluruh Indonesia ini. Insyaallah rukun, guyub akhlaknya. Pasti kubul waton minal iman, moderat, egalitarian," kata Fadil.
 
Kapolda menghadiri kegiatan Multaqo Ulama Jakarta dengan tema 'Agama dan Ketertiban Umum' di Yayasan Arrahmah Center Jalan Raya Bogor Km.26, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis pagi, 26 Oktober 2020. Setelah itu Fadil ke kantor DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat.
 
Kunjungan Fadil dalam rangka silaturahmi. Pasalnya, dia baru dilantik sebagai Kapolda Metro Jaya menggantikan Irjen Nana Sudjana.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif