Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Ini Enam Klaster Penularan Covid-19 Akibat Kerumunan

Nasional Virus Korona pandemi covid-19 protokol kesehatan Ingat Pesan Ibu Satgas Covid-19
Cindy • 26 November 2020 19:44
Jakarta: Kegiatan yang menimbulkan kerumunan berpotensi meningkatkan penularan covid-19. Satgas Penanganan covid-19 mencatat ada enam klaster penularan covid-19 akibat berkerumun.
 
"Pertama, klaster sidang GPIB Sinode dengan 685 peserta, yang menghasilkan 24 kasus di lima provinsi," kata juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito lewat YouTube Sekretariat Presiden, Kamis, 26 November 2020.
 
Wiku menjelaskan klaster ini berawal dari kegiatan agama yang dilakukan di Bogor, Jawa Barat. Kemudian, virus korona itu menyebar ke warga di Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Klaster berikutnya ialah kegiatan bisnis tanpa riba yang menghasilkan 24 kasus di tujuh provinsi. Kegiatan tersebut juga menimbulkan korban jiwa sebanyak tiga orang dengan tingkat kematian 12,5 persen.
 
Kasus tersebut berawal dari kegiatan yang melibatkan 200 peserta di Bogor. Lalu, kasusnya menyebar ke Lampung, Kepulauan Riau, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, dan Papua.
 
"Ketiga, klaster Gereja Bethel Lembang di Jawa Barat yang kegiatannya melibatkan juga kurang lebih 200 peserta dan menghasilkan 226 kasus dengan invection rate (angka reproduksi) mencapai 35 persen," ujar Wiku.
 
Baca: Tinggal 9 Kabupaten/Kota yang Sumbang Kasus Aktif di Atas Seribu
 
Keempat, klaster Ijtima Ulama di Gowa, Sulawesi Selatan, dengan peserta sekitar 8.761 orang. Kegiatan tersebut menghasilkan 1.248 kasus di 20 provinsi.
 
Kelima, klaster Pondok Pesantren Temboro, Jawa Timur, yang menimbulkan 193 kasus di 14 kabupaten atau kota pada enam provinsi dan satu negara. Terakhir, klaster kapal pesiar Diamond Princess yang mengangkut dua-empat ribu penumpang.
 
Klaster tersebut menghasilkan 3.700 kasus positif covid-19 dari penumpang dan kru kapal. Sebab, karantina dilakukan dengan kondisi sesak dan tak ada jaga jarak.
 
"Jadi tidak heran bahwa klaster terjadi karena adanya kerumunan di masyarakat dan masyarakat akan sulit untuk menjaga jarak," jelas Wiku.
 
Wiku meminta kesadaran masyarakat untuk tidak berkerumun. Pemerintah melalui #satgascovid19 juga tak bosan-bosannya mengampanyekan #ingatpesanibu. Jangan lupa selalu menerapkan 3M, yakni #pakaimasker, #jagajarak dan #jagajarakhindarikerumunan, serta #cucitangan dan #cucitanganpakaisabun.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif