Sejumlah anak bermain air saat banjir melanda kawasan permukiman di Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 5 Oktober 2020. Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Sejumlah anak bermain air saat banjir melanda kawasan permukiman di Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 5 Oktober 2020. Foto: Antara/Sigid Kurniawan

BNPB Desak Pemda Antisipasi Banjir Sejak Dini

Nasional banjir cuaca ekstrem
Theofilus Ifan Sucipto • 12 Oktober 2020 15:27
Jakarta: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mendesak seluruh pemerintah daerah (pemda) mengantisipasi potensi banjir sejak dini. Curah hujanIndonesia diprediksi meningkat akibat fenomena iklim La Nina.
 
“Kita ingatkan (antisipasi) lebih awal,” kata Doni di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Senin, 12 Oktober 2020.
 
Menurut dia, pemda harus rutin memantau perkembangan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Apel kesiapsiagaan perlu digelar untuk memastikan ketersediaan sarana dan prasarana seperti perahu karet dan tenda pengungsian.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Juga obat-obatan bagi masyarakat terdampak, makanan siap saji, dan selimut bagi ibu hamil serta anak kecil,” ujar dia.
 
Jenderal berbintang tiga itu mengimbau pemda menyusuri sungai di wilayah masing-masing. Namun, penyusuran sungai harus dilakukan orang atau tim yang sudah terlatih dengan memakai perlengkapan pengaman.
 
“Karena bahaya kalau tiba-tiba hujan, banjir bandang, terjadi korban jiwa,” tutur Doni.
 
Antisipasi banjir, kata Doni, bisa dilakukan mulai dari tingkat RT/RW. Ketua RT/RW disarankan mengajak masyarakat membersihkan selokan dan membentuk sistem peringatan dini banjir.
 
Doni tidak ingin banjir akibat hujan deras di DKI Jakarta pada 1 Januari 2020 terulang. Peristiwa itu menyebabkan setidaknya 67 korban jiwa di Ibu Kota dan wilayah sekitar.
 
Baca: 10 Desa di Garut Diterjang Banjir Bandang
 
BMKG menyebut sebagian besar wilayah Indonesia telah mengalami curah hujan tinggi akibat La Nina. Peningkatan curah hujan hingga 40% melanda sebagian besar wilayah Indonesia, kecuali Sumatra dan sebagian Kalimantan, pada September, Oktober, dan November 2020.
 
Pada Desember 2020, Januari, dan Februari 2021 intensitas hujan tinggi bergeser ke arah Indonesia tengah dan utara. Wilayah yang terdampak yakni Kalimantan bagian timur, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif