Polri Kerahkan Ribuan Personel ke Sulteng
Kapolri Jenderal Tito Karnavian--Metrotvnews.com/Ilham Wibowo
Jakarta: Polri mengerahkan ribuan anggotanya ke Sulawesi Tengah (Sulteng). Mereka akan menjalankan tugas kemanusiaan usai gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi melanda wilayah itu. 

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan ada sebanyak 20 satuan setingkat kompi (SSK) atau 2.029 personel dikerahkan ke Palu, Sigi, dan Donggala. Polri dan Polda juga mengirimkan tenaga medis dan tim investigasi korban bencana (DVI).

"Jadi, ini tugas Polri sebagai pelayan masyarakat. Di mana pun dan di setiap bencana, Polri harus hadir," kata Tito dalam siaran persnya, Rabu, 10 Oktober 2018.


Baca: Perbaikan Listrik Sulteng Hampir 90%

Tito menjelaskan pengerahan ribuan personel dalam misi ini bersandi AMAN NUSA II. Terdiri atas Pas Pelopor 3 SSK, Sumut 2 SSK, Riau 1 SSK, Bengkulu 1 SSK, Lampung 1 SSK, Jambi 1 SSK, Jabar 2 SSK, Sulut 1 SSK, Kalbar 1 SSK, Gorontalo 1 SSK, Maluku 1 SSK, dan NTB 2 SSK.

Pengerahan ini akan terus dilakukan karena evakuasi dan pencarian korban gempa dan tsunami Sulteng akan berakhir pada 11 Oktober.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan pengerahan pasukan dilakukan untuk membantu mencari korban yang masih tertimbun reruntuhan, mengobati korban luka, dan mengidentifikasi korban meninggal. 

Tito mengatakan pengiriman anggota Brimob ke daerah bencana bukan kali ini saja. Usai gempa di Lombok, Polri juga mengirimkan ribuan anggotanya. Mulai dari anggota Brimob, Tim Dokpol, dan Tim DVI.

Dari sisi keamanan, kata Tito, tingkat kriminalitas dan kejahatan di wilayah terdampak bencana mulai berkurang. Sebelumnya dilaporkan terdapat kriminalitas seperti penjarahan makanan dan barang di sejumlah toko di Palu tak lama setelah gempa dan tsunami.

"Sekarang sudah menurun," ujar Tito.

Tito menyebut situasi keamanan dan ketertiban saat ini pun telah terkendali. Ia mengatakan sekitar 3.500 personel Polri dan 3.000 pasukan TNI juga telah dikerahkan.

Presiden menginstruksikan agar aparat keamanan memprioritaskan pengamanan di daerah bencana. Termasuk, mengamankan distribusi BBM, alat-alat berat, pusat ekonomi, dan SPBU.

"Kemudian jalur-jalur masuk menuju Kota Palu, bandara, dan pelabuhan. Itu yang paling utama. Saat ini semua terkendali," kata Tito.

Baca: Korban Gempa Sulteng Butuh Peralatan Rumah Tangga

Data dari BNPB menyebut jumlah korban meninggal mencapai 2.010 jiwa. Sebanyak 934 jenazah dimakamkan massal dan 1.076 jenazah dikembalikan kepada keluarga.

Selain itu, terdapat 10.679 korban luka yakni terdiri 2.549 luka berat dan 8.130 luka ringan. Adapun korban yang hilang dan belum ditemukan ada 671 orang. Sebanyak 82.775 mengungsi.





(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id