YLKI: Tiket Murah Tak Terkait Kecelakaan

Dian Ihsan Siregar 02 November 2018 18:13 WIB
Lion Air Jatuh
YLKI: Tiket Murah Tak Terkait Kecelakaan
Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi. (Medcom.id/Patricia Vicka)
Jakarta: Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengaku harga tiket yang bertarif rendah bukan menjadi masalah utama penyebab buruknya kinerja Lion Air. Hal itu dikarenakan masih banyak maskapai lain di negeri ini yang bertiket murah, tapi terbang dengan prima.

"Harga tidak boleh menjadi tersangka tunggal (Lion Air JT 610) dalam buruknya kinerja Lion Air selama ini," ucap Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi‎ kepada Medcom.id, Jumat, 2 November 2018.

Di negara lain pun, kata Tulus, banyak maskapai yang menawarkan harga tiket murah. Namun, fasilitas penerbangannya tetap bagus dan banyak disukai orang.


"Jadi, saya tak setuju jika maskapai melempem dikaitkan dengan harga tiketnya. Tidak ada hubungannya sama sekali," ungkap dia.

Baca: YLKI Sebut Kemenhub Takut dengan Lion Air

Paling jadi persoalan, akta Tulus, pemerintah harus mengawasi ketat maskapai Lion Air terkait perawatan dan lainnya. "‎Itu jadi penting, agar tidak terjadi lagi kejadian yang tidak diinginkan," terang dia.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah akan mengevaluasi pesawat dengan tiket murah atau low cost carrier (LCC). Evaluasi akan dimulai dengan menaikkan tarif batas bawah (TBB) pesawat untuk meningkatkan keselamatan.

Dalam penentuan besaran tarifnya, Kemenhub akan menentukan dengan hati-hati mengingat dengan peningkatan tarif batas bawah maka harga tiket pesawat akan ikut naik.

"Mungkin saya akan evaluasi terutama berkaitan tarif batas bawah. Untuk diketahui kalau di evaluasi dampaknya ke semua konsumen. Makanya kita hati-hati sekali," ucap Budi

Namun, kenaikan tarif ini juga perlu dilakukan mengingat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) atau USD sedang melemah dan kenaikan tarif avtur akibat naiknya harga minyak dunia yang memengaruhi biaya produksi maskapai.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id