Nelayan cantrang Agus Mulyono memamerkan foto dirinya bersama Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Foto: Medcom.id/Dheri Agriesta.
Nelayan cantrang Agus Mulyono memamerkan foto dirinya bersama Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Foto: Medcom.id/Dheri Agriesta.

Kegembiraan Nelayan Cantrang Foto Bareng Jokowi

Nasional presiden jokowi
Dheri Agriesta • 22 Januari 2019 20:44
Jakarta: Agus Mulyono, nelayan cantrang asal Lamongan merupakan salah satu undangan yang bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Tingkah Agus saat berbincang dengan Jokowi mengundang gelak tawa perwakilan nelayan seluruh Indonesia.
 
Kepala Negara sedang memberikan arahan kepada perwakilan nelayan seluruh Indonesia. Di tengah pengarahan, Presiden memanggil tiga perwakilan untuk berbincang. Agus merupakan perwakilan nelayan cantrang yang maju ke depan.
 
Jokowi meminta Agus memperkenalkan diri. Agus mengaku telah bekerja selama 17 tahun sebagai nakhoda kapal. Selain itu dia juga bekerja sebagai Kepala Desa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya nakhoda 17 tahun, jadi anak buah kapal empat tahun, jadi kepala desa enam tahun sambil nelayan bapak, soalnya kepala desa gajinya kecil," kata Agus di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa, 22 Januari 2019.
 
Jokowi tak kuasa menahan tawa. Tapi, ia heran mendapati pekerjaan Agus sebagai kepala desa. Jokowi pun memastikan pekerjaan Agus sebagai kepala desa tetap berjalan dengan baik. "Senin sampai Jumat bapak ngantor di balai desa?" kata Jokowi.
 
Agus mengangguk. Ia mengaku hanya melaut pada Sabtu dan Minggu. Sehingga, pekerjaan mengelola desa tak terganggu.
 
Agus kemudian menyampaikan keluhan yang dialami sebagai nelayan cantrang. Jokowi serius mendengarkan keluh kesah itu.
 
Di tengah keluhan, Agus bercerita tentang telepon genggam yang tak bisa dibawa ke dalam Istana. Padahal, kata dia, ia ingin berswafoto dengan Kepala Negara.
 
"Oh pengen selfie (swafoto), sebentar-sebentar," kata Jokowi sembari memberikan foto yang telah dicetak dan dibingkai sampul Istana Kepresidenan.
 
Agus tak kuasa menahan kegirangannya. Ia berulang kali mengucap syukur. "Allhamdulillah bapak, alhamdulillah, semoga jadi lagi bapak," kata Agus.
 
Jokowi tertawa melihat ekspresi Agus. Ia bahkan menggoda Agus dan memintanya membaca tulisan Istana Kepresidenan pada bagian belakang sampul yang membingkai foto. "Itu yang bikin mahal," kata Jokowi.
 
Baca: Bertemu Warga Garut, Jokowi Didoakan Menang Pilpres
 
Agus menanggapi candaan Jokowi dengan senyum. "Benar bapak, semoga teman-teman saya yang lain juga dibagi ya Bapak," kata Agus polos.
 
Agus mengaku akan memajang foto itu. Foto itu, kata dia, akan menjadi bukti perjuangan membela nelayan cantrang hingga ke Istana Kepresidenan. "Akan saya panjang di rumah, ini bukti perjuangan saya," kata Agus berlinang air mata usai pertemuan.
 
Deputi Bidang Protokol dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin menjelaskan, pembagian foto bersama Presiden Jokowi telah lama dilakukan. Biasanya, foto itu diberikan kepada tamu negara.
 
Namun, belakangan foto bersama Presiden diberikan kepada sejumlah masyarakat yang diajak berinteraksi oleh Kepala Negara.
 
"Karena tidak boleh memberikan sepeda, di daerah juga (foto) diberikan, pokoknya yang diajak berbincang Pak Jokowi dikasih," kata Bey.
 

 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif