Peminat Program Profesi Apoteker Uhamka Membeludak
Rektor Uhamka Suyatno. Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla.
Jakarta: Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka) memberlakukan kuota dalam pendaftaran mahasiswa program profesi apoteker. Pasalnya, program studi itu jadi salah satu yang paling diminati.
 
"Di program profesi apoteker ini, kita sudah inden. Jadi kita menerima 120 yang angkatan berikutnya sudah mengantre," kata Rektor Uhamka, Suyatno usai menghadiri acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Apoteker angkatan ke 28 di Fakultas Farmasi dan Sains (FFS) Uhamka, Klender, Jakarta Timur, Sabtu, 6 Oktober 2018.
 
Suyatno mengatakan pembatasan kuota dilakukan dengan komposisi 80 persen kuota dikhususkan untuk lulusan S1 Farmasi Uhamka, 20 persen sisanya untuk lulusan S1 Farmasi dari perguruan tinggi lain.
 
"Dengan cara itu masyarakat akan tahu mereka harus memilih program S1 Farmasi di universitas yang punya program profesi apoteker. Kalau tidak mereka harus cari di tempat lain," katanya.

Baca: Uhamka Dorong Program Lima Tahun jadi Apoteker

Selain menerapkan kuota di program profesi apoteker, Uhamka juga menerapkan sistem yang sama di program studi S1 Farmasi. Sebab, peminat program studi itu terus melonjak.
 
"Pendaftar yang ingin masuk di farmasi hampir 1.000 orang. Kapasitas di fakultas tidak memungkinkan. Untuk meningkatkan mutu, jumlah mahasiswa kita batasi sesuai kapasitas kita, artinya kita bisa memilih calon mahasiswa yang punya kemampuan terbaik," ujarnya.
 
Suyatno mengapresiasi pimpinan dekan FFS yang dianggap berhasil mengelola fakultas sehingga mendapatkan reputasi yang baik.
 
"Kita terus meningkatkan kualitas, baik dalam proses pendidikan di kampus maupun praktik-praktik di lapangan. Lulusan farmasi Uhamka banyak terjun langsung di industri farmasi, apotek, rumah sakit dan sebagainya," katanya.




(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id