Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Tak Berhenti Berinovasi di Tengah Pandemi

Nasional Virus Korona
Media Indonesia • 12 Mei 2020 19:30
Jakarta: Pandemi covid-19 tak menghentikan lembaga nirlaba di bidang lingkungan untuk terus menebar kebaikan. Melalui berbagai inovasi, Yayasan Kumala dan Yayasan Sahabat Ciliwung tetap bisa memberi bantuan berbasis pengelolaan lingkungan.
 
Sebelum mewabahnya penyakit yang diakibatkan virus korona baru ini, Yayasan Kumala berfokus membantu menyelesaikan persoalan sosial. Mereka membantu memberdayakan masyarakat yang berkategori penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).
 
Yayasan yang berdiri sejak 2006 ini membina tuna wisma, anak jalanan, dan pemulung di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Warga binaan Yayasan Kumala dijadikan sebagai agen lingkungan dengan menerapkan 5R (reduce/mengurangi, reuse/memakai ulang, recycle/mendaur ulang, replace/mengganti, dan replant/menanam ulang).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Fokus kami adalah membantu anak-anak jalanan agar bisa hidup seperti warga lainnya dan tidak kembali lagi ke jalanan. Anak binaan juga mendapat pelatihan membuat kertas daur ulang ataupun kerajinan tangan bernilai ekonomis. Dengan demikian, kendati tidak mengamen, mereka tetap bisa mendapatkan penghasilan," kata pendiri Yayasan Kumala, Abah Dindin, di Jakarta, Selasa, 12 Mei 2020.
 
Yayasan Kumala saat ini telah membina 300 anak jalanan untuk bergabung dan dilatih keterampilan wirausaha. Anak-anak jalanan tersebut dibekali kemampuan agar bisa mengolah sampah anorganik seperti kertas untuk dijadikan berbagai barang seperti goodie bag dan cendera mata yang dapat memberikan nilai tambah. Adapun sampah organik diolah untuk dijadikan pupuk kompos.
 
Menurut Abah Dindin, kegiatan pembinaan tersebut bermanfaat untuk mengajarkan kemandirian kepada para anak jalanan. Hasil dari pengelolaan sampah tersebut menjadi tabungan yang dikumpulkan di Bank Sampah untuk digunakan pada kegiatan sosial yang telah disusun bersama seperti pengobatan gratis, pembagian sembako, bantuan pendidikan dan perlengkapan sekolah.
 
Baca:Bantuan Selama Pandemi Covid-19 Terus Mengalir
 
Namun, pandemi covid-19 yang merebak sejak awal Maret lalu memukul aktivitas kalangan PMKS. Jika biasanya mereka beraktivitas di jalanan dengan mengumpulkan barang bekas kemudian ditabung ke Bank Sampah Kumala, saat ini mereka terhambat karena tidak boleh berkeliaran. Di sisi lain, mereka harus menutupi kebutuhan sehari-hari.
 
Di tengah kesulitan itu, Abah Dindin harus memutar otak. Dicetuskanlah ide memberikan perlindungan dasar selama mereka turun jalan. Anak jalanan binaan yayasan diminta memakai masker. "Setelah mengumpulkan sampah, mereka harus cuci tangan pakai sabun," ujar Dindin.
 
Yayasan Kumala juga menyalurkan bantuan berupa makanan khusus untuk pada PMKS. Pasalnya, para PMKS tak mendapat bantuan sosial dari pemerintah karena tidak semua memiliki kartu keluarga (KK) dan KTP.
 
"Sebagai contoh warga yang tinggal di bawah kolong jembatan. Mereka tidak pernah mendapatkan bantuan, sementara mereka betul-betul membutuhkan," kata dia.

Penggabungan edukasi


Yayasan Sahabat Ciliwung yang berbasis di Kota Depok, Jawa Barat, juga punya kiat tersendiri menghadapi pandemi. Yayasan ini menggabungkan edukasi cinta lingkungan, khususnya kebersihan Sungai Ciliwung, dengan kegiatan berderma.
 
"Edukasi soal lingkungan ini dilakukan sambil melakukan kegiatan penyemprotan disinfektan. Selain itu, kami juga membantu membagikan masker dan sabun cuci tangan," kata Ketua Yayasan Sahabat Ciliwung, Hidayat.
 
Yayasan Sahabat Ciliwung juga membangun dapur umum untuk membantu masyarakat sekitar yang terdampak covid-19. Biaya kegiatan dapur umum 70 persennya berasal dari kas yayasan. Sisanya, sebanyak 30 persen dari donatur. Dalam sehari, dapur umum ini dapat memproduksi sekitar 150-200 porsi makanan.
 
Bantuan makanan tersebut diberikan kepada relawan yang terdampak akibat pemutusan pekerjaan. Mereka juga diajak untuk membantu kegiatan di dapur umum. "Paling tidak konsumsi sehari-hari mereka terpenuhi," ujar dia.
 
Selain relawan, dapur umum memberikan makanan kepada masyarakat terdampak melalui RW Siaga Covid-19 di Kota Depok. Selama Ramadan, yayasan ini juga membagikan takjil gratis.

Bantuan logistik


Mengapresiasi kegiatan kedua yayasan tadi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengucurkan bantuan selama wabah covid-19. Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (Ditjen PPKL) KLHK memberikan bantuan logistik melalui kedua yayasan ini.
 
Bantuan yang diberikan berbentuk beras sebanyak 200 kilogram, sabun cuci tangan sebanyak 6.336 buah, suplemen vitamin sebanyak 10.080 buah, serta masker kain sebanyak 15.000 buah.
 
"Kedua yayasan ini menjadi contoh yang baik untuk menggerakkan kelompok lain berbuat hal yang sama, terutama dalam mengatasi dampak sosial dan ekonomi akibat covid-19," kata Direktur Jenderal PPKL, MR Karliansyah.
 

(UWA)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif