Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Alasan Pemerintah Sebut Kurva Covid-19 Melandai

Nasional Virus Korona
Nur Azizah • 11 Mei 2020 22:11
Jakarta: Pemerintah beberapa kali mengklaim grafik kasus covid-19 di Indonesia melandai, bahkan mengalami penurunan. Namun, seminggu terakhir jumlah pasien korona mengalami peningkatan.
 
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Wiku Adisasmito mengatakan penurunan kasus sempat terjadi di April 2020. Data ini berdasarkan laju kasus di 10 provinsi.
 
Data ini dilihat secara mingguan. Pada minggu terakhir April 2020, DKI Jakarta yang berkontribusi paling besar dalam penambahan kasus sudah mulai stagnan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kemudian minggu terakhir atau minggu lalu total kasusnya 2.237. Jadi yang dimaksud dengan kurva melandai adalah suatu tren yang seharusnya kita melihatnya tidak boleh hanya harian, tetapi mingguan," jelas Wiku di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Senin, 11 Mei 2020.
 
Wiku menuturkan bila tren mingguannya semakin menurun, hal itu disebut melandai. Meski kurvanya tidak melandai tapi laju konteks penambahannya menurun, otomatis jumlah total kumulatif menjadi stagnan dan landai.
 
"Khusus untuk DKI, memang sempat tinggi pada bulan April kemudian menurun dan akhirnya naik lagi. Bisa saja naiknya juga karena testingnya yang makin banyak, maka dari itu melihat tren ini harus tidak boleh hanya harian, Tetapi beberapa minggu," ujarnya.
 
Hal yang sama juga terjadi pada Provinsi Jawa Barat. Pada mulanya mengalami stagnasi, namun kemudian melonjak. Wiku menyampaikan data ini harus menjadi alat navigasi satu data untuk menunjukkan trennya kasus covid-19.
 
Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini.
 

(AZF)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif