Diskusi bertajuk 'Menangkal Radikalisme, Menjaga Indonesia'. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Diskusi bertajuk 'Menangkal Radikalisme, Menjaga Indonesia'. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Trend Radikalisme Bergeser

Nasional terorisme radikalisme
Fachri Audhia Hafiez • 26 Oktober 2019 00:34
Jakarta: Mayor Jenderal (Purn) Supiadin Aries Saputra menilai radikalisme mengalami pergeseran trend. Jika sebelumnya dilakukan secara kelompok, kini perorangan pun berani menyebar paham kontroversial tersebut.
 
"Dengan perorangan lebih mudah bergerak dibandingkan dengan kelompok," ujar Supiadin dalam diskusi bertajuk 'Menangkal Radikalisme, Menjaga Indonesia' yang diselenggarakan Partai Nasdem di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 25 Oktober 2019.
 
Supiadin mengatakan, individu tersebut secara terang-terangan menyebarkan radikalisme melalui media sosial. Cara itu bisa menjadi pemantik masyarakat terpapar radikalisme.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Anggota DPR Fraksi NasDem periode 2014-2019 itu menegaskan, perlu ketahanan nasional untuk menekan upaya-upaya itu. Dimulai dari penguatan nilai-nilai Pancasila di masyarakat.
 
"Bayangkan kalau 260 juta rakyat kita ketahanan ideologinya kuat enggak mungkin ada terorisme di Indonesia," ujar Supiadin.
 
Ia menambahkan, pemerintah melalui jajarannya pun perlu gigih menghalau gerakan-gerakan yang menggangu stabilitas nasional itu. Kementerian Pertahanan saat ini harus gencar menjalankan program bela negara.
 
"Kalau ketahanan nasional itu programnya ada di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), ini ujung tombaknya. Kalau radikalisasi dan deradikalisasi ujung tombaknya Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)," ujar Supiadin.
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif