Ilustrasi kapal laut. ANT/Irwansyah Putra.
Ilustrasi kapal laut. ANT/Irwansyah Putra.

Kemenhub Minta Nakhoda Kapal Waspadai Cuaca Ekstrem

Nasional pelayaran
Theofilus Ifan Sucipto • 13 Juni 2019 15:36
Jakarta: Kementerian Perhubungan (Kemehub) mengimbau nakhoda kapal mewaspadai cuaca buruk saat arus balik Lebaran. Cuaca buruk berpotensi mengakibatkan gelombang hingga enam meter.
 
"Cuaca ekstrem perlu diantisipasi. Tinggi gelombang berkisar antara 2,5 meter hingga 6 meter," kata Ketua Harian Posko Mudik Kemenhub Ahmad di Gedung Kemenhub, Jakarta Pusat, Kamis, 13 Juni 2019.
 
Gelombang setinggi 2,5 meter hingga empat meter diprediksi bakal melanda beberapa wilayah, seperti Laut Andaman bagian timur Perairan Aceh, Perairan Barat Lampung, dan Selat Sunda. Sedangkan gelombang setinggi empat hingga enam meter diperkirakan bakal melanda perairan selatan Pulau Jawa dan Bali.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Cuaca tersebut diprediksi berlangsung hingga Minggu, 16 Juni 2019," jelas Ahmad.
 
Kemenhub telah mengeluarkan maklumat prakiraan cuaca itu. Maklumat itu dikirim kepada syahbandar dan operator kapal seluruh Indonesia.
 
Baca: Kecelakaan Mudik 2019 Turun 70 Persen
 
"Nakhoda harus melihat kondisi cuaca sebelum berangkat. Jangan nekat memberangkatkan kapal saat cuaca tidak memungkinkan," ujarnya.
 
Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Kemenhub itu menyarankan lebih baik menunda keberangkatan kapal. Bahkan, nakhoda kapal diminta memerhatikan perkembangan cuaca terbaru dari BMKG.
 
Ahmad meminta pengertian jika perjalanan masyarakat tertunda. Karena, banyak masyarakat yang tak terima saat keberangkatannya diundur.
 
"Jangan melawan kehendak yang di atas (Tuhan)," pungkas dia.

 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif