Personel Lanud Pattimura membantu membersihkan puing-puing rumah warga yang rusak akibat gempa bumi di Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Sabtu 19 Oktober 2019. Foto: Antara/Izaac Mulyawan
Personel Lanud Pattimura membantu membersihkan puing-puing rumah warga yang rusak akibat gempa bumi di Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Sabtu 19 Oktober 2019. Foto: Antara/Izaac Mulyawan

Gelombang Hoaks di Ambon Persulit Kerja BNPB

Nasional gempa ambon
Candra Yuri Nuralam • 31 Oktober 2019 17:10
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengakui kewalahan menghadapi hoaks terkait gempa di Ambon, Maluku. Masyarakat di sana mudah panik begitu ada berita bencana.
 
"Orang-orangnya (di Ambon) sepertinya eksis ya di sosial media. Jadi kalau ada yang bilang gempa itu langsung lari semua, ngungsi langsung," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Agus Wibowo di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Kamis 31 Oktober 2019.
 
Agus mengatakan hoaks terkait gempa menjamur di media sosial. Hoaks yang beredar pun beragam, ada yang menyebut bakal terjadi gempa besar, tsunami, dan semacamnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Maraknya hoaks membuat para satuan tugas (satgas) yang menjaga posko pengungsian kerepotan. Masyarakat Ambon, kata Agus, mudah terpengaruh berita hoaks lantaran banyaknya gempa susulan yang sering terjadi.
 
"Pengungsinya pernah sampai 200 ribu orang lebih karena hoaks," tutur Agus.
 
BNPB bekerja sama dengan pemerintah provinsi dibantu TNI-Polri membuat tim antihoaks untuk menangkal berita bohong. Tim itu akan menangkal berita hoaks dengan pemberitaan pernyataan di media massa dan akun resmi media sosial.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif