Sampai 2021, Awal Ramadan dan Syawal Berpotensi Seragam
Ilustrasi-- Tim Falakiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya melakukan pemantauan
Jakarta: Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) memprediksi dalam kurun waktu empat tahun ke depan awal Ramadan dan Syawal berpotensi seragam. Tidak akan ada perbedaan penetapan awal bulan puasa dan Lebaran seperti yang kerap terjadi di Indonesia.

"Dalam 8 tahun, 4 tahun sebelum dan 4 tahun ke depan kita memang berada pada posisi yang potensial untuk seragam karena posisi bulan masih berada di bawah ufuk," ujar Kepala Lapan Thomas Djamaluddin, dalam Metro Siang, Selasa, 15 Mei 2018.

Thomas mengatakan meski penetapan awal Ramadan dan Syawal akan seragam dalam beberapa tahun ke depan, pemerintah perlu merumuskan kriteria perhitungan hari dan bulan yang baru untuk kembali menyatukan perbedaan penetapan puasa dan Lebaran usai 2021. 


Baca juga: Secara Astronomi Awal Ramadan Jatuh pada 17 Mei

Ia menambahkan secara umum awan memang akan menjadi kendala utama dalam pemantauan hilal, namun untuk tahun ini dan beberapa tahun ke depan Lapan memprediksi posisi bulan tetap akan berada di bawah ufuk sehingga hilal tidak akan tampak jika hari dalam bulan Syakban tidak digenapkan.

"Jadi ada tidaknya awan, hilal tetap tidak terlihat. Sehingga untuk Ramadan tahun ini bisa menjadi dasar bagi Menteri Agama untuk mengisbatkan Syakban selama 30 hari kemudian Ramadan pada 17 Mei," jelas dia.





(MEL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id