Aksi Teror tak Selalu Butuh Waktu Lama
Personel penjikan bom (Jibom) bersiap melakukan identifikasi di lokasi ledakan Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Ngagel Madya, Surabaya, Jawa Timur. (Foto: ANTARA/Risyal Hidayat)
Jakarta: Pengamat Terorisme Harits Abu Ulya menilai aksi amaliah bagi sejumlah penganut paham radikalisme dan terorisme tak selalu butuh waktu lama. Faktanya, aksi teror bisa dilakukan hanya dalam beberapa hari setelah seseorang bergabung dengan kelompok ekstremisme.

"Pelaku tidak harus tumbuh di bawah didikan radikal dalam waktu lama, ada orang yang didekati beberapa hari sudah mau melakukan aksi amaliah," ujarnya, dalam Breaking News Metro TV, Senin, 14 Mei 2018.

Dalam kasus teror bom di sejumlah gereja di Surabaya, Jawa Timur, misalnya, Harits menduga anak-anak yang ikut terlibat di alamnya tak begitu memahami apa yang menjadi tujuan orangtua dalam konteks 'jihad'.


Keterlibatan anak dalam aksi terorisme butuh proses panjang. Terlebih bagi mereka yang belum mampu menentukan sikap dan bagaimana menggunakan pikiran secara rasional.

"Proses pengenalan paham terorisme pada anak yang berusia 9, 12, dan 16 tahun mungkin butuh waktu. Tapi anak yang berusia 18 tahun rasanya paham radikalisme cukup mudah ditanamkan," katanya.

Harits mengatakan kemampuan berpikir rasional yang sudah disusupi paham radikal ditambah dengan interaksi dan komunikasi yang dilakukan setiap hari dengan orang tua memungkinkan anak dalam usia berapa pun terpapar radikalisme. 

Ia mengungkap bahkan pada awalnya anak-anak dari pasangan suami istri pelaku bom bunuh diri gereja di Surabaya, Jawa Timur, sempat menolak ajaran ISIS. Namun lambat laun mereka menerima lantaran pengaruhnya dijejalkan setiap hari. 

"Orang kaget setelah pelaku di gereja Santa Maria adalah anak laki-laki 18 tahun dan 16 tahun. Artinya dalam konteks ini dimensinya bukan lagi dimensi pikiran atau ideologi tapi ada variabel lain dan kompleksitas di dalamnya; interaksi setiap hari," ungkapnya.





(MEL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id