Kepala BNPB Doni Monardo. Dok. BNPB
Kepala BNPB Doni Monardo. Dok. BNPB

BNPB Antisipasi Potensi Multibencana Akibat La Nina

Nasional musim hujan bencana alam cuaca buruk
Theofilus Ifan Sucipto • 13 Oktober 2020 12:28
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengantisipasi potensi beragam bencana akibat fenomena La Nina. Sejumlah peristiwa di dalam dan luar negeri dijadikan pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang.
 
“Kita lihat tidak ada negara yang betul-betul sangat siap menghadapi ancaman bencana alam. Oleh karenanya kita berupaya kerja keras,” kata Kepala BNPB, Doni Monardo, di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Selasa, 13 Oktober 2020.
 
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memperingatkan La Nina mengancam nusantara hingga Maret 2021. Doni mengaku telah diperintahkan Presiden Joko Widodo mengantisipasi bencana akibat fenomena cuaca ekstrem tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Jokowi Perintahkan Antisipasi Dampak Bencana Hidrometeorologi
 
BNPB berkaca pada sejumlah bencana akibat iklim ekstrem di Indonesia seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pada September hingga Oktober 2019, karhutla merusak 1,6 juta hektare lahan di Sumatra, Kalimantan, dan Jawa.
 
Bencana akibat iklim ekstrem ini juga tak terelakkan di luar negeri seperti California, Amerika Serikat (AS) dan Australia. Berbagai bencana besar terjadi di wilayah tersebut sejak Juni 2019 hingga Mei 2020.

Pemda didesak antisipasi sejak dini

Doni mendesak seluruh pemerintah daerah (pemda) mengantisipasi potensi banjir dan longsor sejak dini. Curah hujan Indonesia diprediksi meningkat akibat fenomena iklim La Nina.
 
Pemda harus rutin memantau perkembangan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Apel kesiapsiagaan perlu digelar untuk memastikan ketersediaan sarana dan prasarana seperti perahu karet dan tenda pengungsian.
 
“Juga obat-obatan bagi masyarakat terdampak, makanan siap saji, dan selimut bagi ibu hamil serta anak kecil,” ujar dia.
 
Jenderal berbintang tiga itu mengimbau pemda menyusuri sungai di wilayah masing-masing. Namun, penyusuran sungai harus dilakukan orang atau tim yang sudah terlatih dengan memakai perlengkapan pengaman.
 
“Karena bahaya kalau tiba-tiba hujan, banjir bandang, terjadi korban jiwa,” tutur Doni.
 
Baca: Luhut: La Nina Berpotensi Timbulkan Multibencana
 
Sebelumnya, Jokowi memerintahkan lembaga dan kementerian untuk mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi. BMKG memprediksi curah hujan akan meningkat bulan depan.
 
"Laporan yang saya terima dari BMKG fenomena La Nina diprediksi akan menyebabkan terjadinya peningkatan akumulasi jumlah curah hujan bulanan di Indonesia akan naik 20 sampai 40 persen di atas normal," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif