Ilustrasi tes swab polymerase chain reaction (PCR) virus korona (covid-19). Medcom.id/Zaenal Arifin
Ilustrasi tes swab polymerase chain reaction (PCR) virus korona (covid-19). Medcom.id/Zaenal Arifin

Penetapan Harga Tes Swab Harus Punya Aturan Hukum

Nasional Virus Korona kemenkes pandemi covid-19
Cindy • 03 Oktober 2020 13:51
Jakarta: Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio mengatakan penetapan harga tes swab polymerase chain reaction (PCR) covid-19 paling tinggi Rp900 ribu harus memiliki aturan hukum. Penetapan harga secara verbal tak punya kekuatan mengikat.
 
"Pemerintah tidak bisa atur barang itu, kecuali ada keputusan Presiden mengatakan itu esensial maka harus diatur pemerintah," kata Agus kepada Medcom.id, Sabtu, 3 Oktober 2020.
 
Agus mengatakan pemerintah perlu mempertimbangkan dan membuat petunjuk teknis penetapan harga tersebut. Mulai dari harga alat tes swab, biaya transportasi, tujuan pendistribusian, hingga biaya tes swab.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Pemerintah Diminta Tak Setengah Hati Bantu Akses Tes Swab PCR
 
Aturan harus memuat mekanisme harga di tiap wilayah. Perumusan aturan menjadi tanggung jawab Kementerian Perdagangan dan Gugus Tugas Covid-19.
 
"Itu harga maksimal Rp900 ribu dimana? Di Pulau Jawa saja, Jakarta saja atau bagaimana. Tak mungkin harga semua sama rata tiap wilayah," ucap dia.
 
 

Selain itu, pengawasan harga tes swab harus dioptimalkan. Pemerintah harus memastikan harga tes swab tak melebihi Rp900 ribu.
 
"Karena itu kan barang pasar, Permintaan banyak ya akan jual sesuka dia. Kalau tidak diatur dan diawasi ya tidak bisa," ujar Agus.
 
Baca: Kemenkes Tetapkan Harga Tertinggi Tes Swab PCR Rp900 Ribu
 
Agus menuturkan harga pasaran alat tes swab secara internasional dibanderol dengan harga 30 dolar atau setara Rp 446 ribu. Dia mempertanyakan maksud penetapan harga tes swab mendekati dua kali lipat harga pasar.
 
"Harga maksimal Rp900 ribu itu juga mahal. Kalaupun pakai biaya transportasi paling jadi Rp590 ribu. Perlu diperhitungkan untuk masyarakat menengah ke bawah," tutup dia.
 
(SUR)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif