Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono (kanan) tengah berbincang dengan pelaku curas, HP di Mapolda Metro Jaya, Jakarta. Foto: Siti Yona Hukmana/Medcom.id
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono (kanan) tengah berbincang dengan pelaku curas, HP di Mapolda Metro Jaya, Jakarta. Foto: Siti Yona Hukmana/Medcom.id

Polisi Tembak Mati Residivis Curas di Tangerang

Nasional pencurian
Siti Yona Hukmana • 02 Juli 2019 17:18
Jakarta: Tim Unit 4 Subdit 3 Reserse Mobil Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya melumpuhkan dua pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) di Toko Alva Store, Kota Tangerang pada Jumat, 28 Juni 2019 pukul 22.00 WIB. Kedua pelaku yakni berinisial HP, 25 dan D, 32.
 
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan HP ditangkap pada Senin, 1 Juli 2019 di Pengumben, Srengseng, Jakarta Barat. HP ditembak di bagian kaki karena berusaha kabur.
 
Dari hasil interogasi, HP mengaku telah mencuri handphone beserta uang tunai dan beberapa pakaian yang berada di dalam Toko Alva Store bersama D. Kemudian, tim menangkap D di kontrakannya kawasan Depok, Jawa Barat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tersangka D ini juga kita lakukan tindakan tegas dan terukur, karena tersangka melawan. Sehingga menyebabkan tersangka meninggal dunia," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 2 Juli 2019.
 
Argo menyebut komplotan pencurian ini juga melibatkan seorang bocah perempuan berinisial M, 15. Polisi melakukan diversi untuk anak tersebut.
 
"Komplotan ini membawa dua buah golok. Masing-masing dibawa oleh HP dan D. Golok ini digunakan untuk menakut-nakuti korban," ujar Argo.
 
Menurut Argo, D mengaku telah beraksi lebih dari lima kali di lokasi yang berbeda. D merupakan residivis dalam kasus curas.
 
"Tersangka D itu adalah residivis sudah melakukan kegitan pencurian kekerasan pada sebuah toko, baik toko pakaian, kelontong dia lakukan dengan pemerasan," jelas Argo.
 
Tindakan kriminalitas berulang kali itu terbukti dengan adanya laporan polisi yang masuk ke SPKT Polda Metro dengan TKP Depok. Sementara itu, HP mengaku baru pertama kali mencuri dan belum pernah melukai korban.
 
"Dia ngakunya baru ikut-ikutan saja satu kali dan golok untuk nakut-nakuti. Untuk tersangka HP dia belum mengaku sudah ada korban (dibacok) atau tidak. Namun, kita masih dalami," imbuh Argo.
 
Dari penangkapan ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya satu unit sepeda motor, satu buah handphone, satu bilah golok, satu bilah pedang pendek, satu sweater warna hitam (barang yang dicuri), uang tunai Rp1,5 juta, satu topi (barang yang dicuri), dan satu kemeja loreng (barang yang dicuri).
 
"Uang hasil kejahatan itu digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Tersangka dikenakan Pasal 365 KUHP dan atau 368 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara," pungkas Argo.
 
Penangkapan ini dilakukan atas adanya laporan dari korban bernama Budhi Ramadhani. Laporan Budhi teregistrasi dengan nomor LP/3905/VI/2019/PMJ/Ditreskrimum, 29 Juni 2019.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif