NEWSTICKER
KH Sholahuddin Wahid atau Gus Sholah
KH Sholahuddin Wahid atau Gus Sholah

Tujuh Tokoh Bangsa Mengenang Sosok Gus Sholah

Nasional obituari
Anggi Tondi Martaon • 03 Februari 2020 10:01
Jakarta: Wafatnya KH Sholahuddin Wahid atau Gus Sholah membawa duka bagi rakyat Indonesia. Adik Presiden keempat Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu berpulang pada usia 77 tahun, Minggu, 2 Februari 2020, di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta.
 
Sejumlah tokoh berkunjung ke rumah almarhum di Jalan Tendean Nomor 2C, Jakarta Selatan, Senin, 3 Februari 2020. Mulai dari Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Ma'ruf Amin, hingga sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama (NU).
 
Berikut pandangan sejumlah tokoh atas kiprah Gus Sholah semasa masih hidup:

1. Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo mengenang almarhum Gus Sholah sebagai sosok panutan. Gus Sholah dinilai banyak memberikan nilai-nilai kebangsaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya kira yang berkaitan dengan Islam dan kebangsaan itu yang sering beliau sampaikan kepada saya," ujar Jokowi usai melawat ke rumah duka di Jalan Tendean Nomor 2 C, Jakarta Selatan, Senin, 3 Februari 2020.
 
Jokowi merasa kehilangan dengan kepergian Gus Sholah. "Dan, tentu saja kita semuanya masyarakat Indonesia sangat kehilangan atas pulangnya beliau ke rahmatullah," kata Jokowi.
 
Selengkapnya di sini.

2. Wakil Presiden Ma'ruf Amin

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut Gus Sholah memiliki kontribusi terhadap kebangsaan. Gus Sholah dinilai telah melanjutkan tongkat estafet mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
 
"Merajut kebangsaan dan demokrasi di negeri ini," kata mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.
 
Gus Sholah juga mampu menjaga pesantren dengan baik. "Berkembang dan banyak perubahan besar dalam pembangunan pesantrennya. Selain menambah jumlah santri, juga ada kemajuan dengan dibangunnya pesantren sains," kata Ma'ruf.
 
Selengkapnya di sini.

3. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)KH Said Aqil Siradj

KH Said Aqil Siradj menilai Gus Sholah sebagai sosok yang berjasa dalam sejarah NU. "Seorang ulama pemangku Ponpes Tebuireng, adik Gus Dur, cucu pendiri NU yang telah banyak jasanya dalam memperjuangkan NU," kata Said Aqil melalui pesan suara yang diterima Medcom.id, Jakarta, Minggu, 2 Februari 2020.
 
Bagi Said Aqil, Gus Sholah sebagai sosok ulama yang gigih dalam mengajarkan nilai-nilai Islam. Jasa Gus Sholah salah satunya diwujudkan dalam mengembangkan Pondok Pesantren Tebuireng.
 
Selengkapnya di sini.

4. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Bagi Khofifah, Gus Sholah merupakan salah satu putra terbaik bangsa. Menurut dia, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, itu paket lengkap seorang negarawan.
 
"Beliau adalah guru, aktivis, ulama, cendekiawan, sekaligus tokoh hak asasi manusia di Indonesia. Insyaallah husnul khotimah," imbuh dia.
 
Selengkapnya di sini.

5. Mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin

Lukman mengenang Gus Sholah sebagai sosok penjaga tali persaudaraan. Lewat sosoknya, pluralisme terpupuk baik di Indonesia.
 
"Meski pun kita berbeda-beda, tapi beliau mampu mengatakan bahwa pada hakikatnya bahwa kita diikat oleh tali persaudaraan," kata Lukman Hakim Saifuddin di rumah duka di Jalan Tendean nomor 2 C, Jakarta Selatan, Senin, 3 Februari 2020.
 
"Apa artinya, sekeras, setajam apa pun perbedaan di antara kita tidak bisa sampai mengoyak atau merusak atau memutus ikatan persaudaraan kita karena kita pada hakikatnya sesama anak bangsa dan sesama anak manusia," kata dia.
 
Selengkapnya di sini.

6. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Saifullah Yusuf (Gus Ipul)

Gus Ipul mengenang Gus Sholah sebagai sosok yang menjunjung tinggi perbedaan. Karena setiap orang memiliki pandangan yang tidak sama. Namun, tetap sesuai koridor sehingga menjadikan seseorang lebih bijak.
 
"Beliau dikenal sangat menghargai dan menghormati perbedaan, sama seperti kakak kandungnya, Gus Dur," kata Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dilansir Antara, Senin, 3 Februari 2020.
 
Selengkapnya di sini.

7. Budayawan Muhammad Ainun Nadjib (Cak Nun)

Satu hal yang amat berkesan bagi Budayawan Muhammad Ainun Nadjib (Cak Nun) atas sosok Gus Sholah. Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, itu mengatakan kepadanya bahwa almarhum ingin mengawal Nahdatul Ulama (NU) terbebas dari politik uang.
 
Cita-cita itu disampaikan Gus Sholah saat bertemu Cak Nun pada 1 November 2019. Dalam pertemuan itu, Gus Sholah menyampaikan keinginannya agar Muktamar NU bersih dari 'praktik amis'.
 
"Gus Sholah itu cita-cita terakhirnya sebelum wafat adalah ingin mengawal Muktamar NU diusahakan supaya bebas dari money politic. Itu cita-citanya Gus Sholah sebelum meninggal," kata Cak Nun di rumah duka di Jalan Senopati 2C, Jakarta, Senin, 3 Februari 2020.
 
Selengkapnya di sini.
 
Gus Sholah wafat di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, sekitar pukul 20.55 WIB. Dia sempat menjalani operasi karena masalah pada selaput jantungnya sebelum mengembuskan napas terakhir.
 

 

(UWA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif