Kalla dan Sekjen PBB Mengunjungi Korban Sulteng

Muhammad Al Hasan 13 Oktober 2018 01:33 WIB
tsunamiGempa Donggala
Kalla dan Sekjen PBB Mengunjungi Korban Sulteng
Kepala BNPB Willem Rampangilei - Dok Medcom.id
Palu: Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Gutteres mengunjungi korban gempa dan tsunami Sulawesi Tengah (Sulteng). Keduanya mendatangi rumah sakit lapangan, pos penampungan dan beberapa titik yang terdampak gempa.
 
Di hadapan Kalla dan sejumlah pejabat lainnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei menjelaskan wilayah yang terdampak gempa, tsunami dan likuifaksi. Termasuk, penanganan darurat pascagempa.

Willem menyampaikan bahwa penanganan darurat masih berlangsung dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah memperpanjang status tanggap darurat hingga 26 Oktober 2018.

Antonio Gutteres terkesan dengan penjelasan penanganan bencana oleh pemerintah, yang tanggap terhadap penanganan bencana. Penanganan dapat berlangsung secara lebih baik setelah akses darat dan laut diperbaiki serta pemulihan utilitas dasar seperti listrik, air dan bahan bakar minyak (BBM).


Sementara, pada jaringan listrik, PLN mengerahkan 1.500 personel untuk memulihkan suplai dari gardu induk menuju jaringan ke rumah-rumah warga. Sedangkan, ketersediaan BBM sudah dapat diakses pada 33 SPBU dari 36 yang pernah beroperasi di wilayah terdampak, Palu, Sigi dan Donggala.

Pada kunjungan itu, Kalla dan Antonio Gutteres juga sempat meninjau Balaroa yang wilayahnya tertimbun akibat likuifaksi dan Pantai Talise yang tersapu tsunami. Antonio Gutteres mengatakan pihaknya akan selalu bersama dengan masyarakat Indonesia, khususnya warga Sulawesi Tengah.

"Di sini, di Palu, saya melihat langsung kehancuran yang disebabkan oleh gempa bumi dan tsunami baru-baru ini. Ketika bertemu dan berbincang dengan beberapa orang, mereka menunjukkan kekuatan dan ketangguhan yang luar biasa. PBB bersama anda untuk mendukung pemerintah dalam upaya penyelamatan dan pemulihan," kata Gutteres mengutip akun twitter resminya, Jumat, 12 Oktober 2018.

Terkait dengan bantuan internasional, BNPB bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri dan ASEAN Coordinating Centre For Humanitarian Assistance (AHA Centre) telah menerima bantuan internasional dari negara-negara ASEAN dan 16 negara lain telah memberikan bantuan dalam penanganan darurat mulai dari pesawat, makanan dan non makanan.

Sementara itu, Kepala Kantor UNOCHA Indonesia Oliver Lacey-Hall memuji kemitraan AHA Centre dan BNPB serta komunitas ASEAN yang telah membangun solidaritas dalam penanggulangan bencana. 

Gempa dengan magnitudo 7,4 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada 28 September 2018 lalu mengakibatkan 2.090 jiwa meninggal dunia, 10.679 luka berat, dan lebih dari 87.000 mengungsi.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memperpanjang status tanggap darurat hingga 26 Oktober 2018. Saat ini, pemerintah daerah setempat dengan dukungan kementerian/lembaga sedang melakukan survei lokasi untuk pembangunan hunian sementara.



(JMS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id