Ilustrasi Medcom.id.
Ilustrasi Medcom.id.

Kemenkes Instruksikan Testing dan Tracing di Masa PPKM Dimasifkan

Nasional Virus Korona covid-19 Pasien Covid-19 pandemi covid-19 Satgas Covid-19 Penularan covid-19 Pengidap Covid-19 PPKM Darurat
Theofilus Ifan Sucipto • 24 Juli 2021 18:15
Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menginstruksikan jumlah testing dan tracing di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dimasifkan. Instruksi itu ditujukan kepada kepala dinas kesehatan provinsi dan kepala dinas kesehatan kabupaten/kota di Indonesia.
 
Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor: H.K.02.02/II/1918 /2021 tentang Percepatan Pemeriksaan dan Pelacakan Dalam Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat. SE ditetapkan pada Jumat, 23 Juli 2021.
 
"Surat edaran ini dimaksudkan untuk percepatan penanggulangan pandemi pada masa PPKM melalui penguatan pilar deteksi dengan pelaksanaan peningkatan jumlah pemeriksaan dan pelacakan kontak," kata pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu dalam keterangan tertulis, Sabtu, 24 Juli 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Maxi mengatakan langkah tersebut bagian dari percepatan penemuan kasus terkonfirmasi maupun kontak erat kasus positif covid-19. Sehingga, bisa dilakukan penanganan sedini mungkin dan menekan kasus pemburukan maupun kematian.
 
"Penguatan ini akan diutamakan bagi wilayah-wilayah dengan mobilitas masyarakat dan tingkat penularan kasusnya tinggi," kata dia.
 
Baca: 406 Pasien Covid-19 Tanpa Gejala Isolasi di Rusun Nagrak
 
Sebelumnya, Kemenkes menyebut capain testing dan pelacakan kontak erat atau tracing di wilayah yang menerapkan PPKM level 4 sempat menurun. Sedangkan, angka positif rate masih di atas lima persen dan di beberapa provinsi cenderung mengalami peningkatan.
 
"Hal ini menunjukkan adanya penularan luas di masyarakat dan perlunya penambahan testing untuk segera mengidentifikasi kasus yang sakit dengan populasi yang sehat sehingga bisa memutuskan penularan covid-19," ujar juru bicara vaksin covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers secara virtual, Rabu, 21 Juli 2021.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif