Wakil Presiden RI Jusuf Kalla--Medcom.id/Dheri Agriesta.
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla--Medcom.id/Dheri Agriesta.

JK Tegaskan Menyerang Kelompok Bersenjata Bukan Pelanggaran HAM

Nasional kelompok bersenjata di papua
Achmad Zulfikar Fazli • 14 Agustus 2019 13:16
Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan aparat tidak melanggar hak asasi manusia (HAM) bila membalas serangan para kelomopok kriminal sipil bersenjata (KKSB) di Papua. Sebab, itu upaya menindak tegas para KKSB yang berulah.
 
Menurut dia, aparat tidak bisa pasrah bila diserang oleh kelompok bersenjata. Aparat harus membalas tindakan pelaku agar kondisi kembali kondusif.
 
"Itu bukan pelanggaran HAM, karena yang melanggar HAM siapa yang duluan (menyerang)," tegas JK dalam pembekalan program kegiatan bersama (PKB) kejuangan kepada perwira siswa Sesko TNI, Sespimti, Polri, Awako Angkatan, Sespimmen Polri tahun 2019, di Auditorium Jos Soedarso Seskoal, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta, Rabu, 14 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, penindakan kepada KKSB bukan pelanggaran HAM, karena aparat terlebih dahulu selalu menjadi objek penyerangan. Dia pun meminta semua pihak memahami kondisi aparat yang tengah bertugas di daerah konflik.
 
"Sering orang, apalagi luar negeri menganggap semua pelanggaran HAM, bagaimana HAM kalau yang meninggal TNI dan polisi lebih dahulu. Karena itu, semuanya harus kita atasi secara profesionalisme dengan baik," ujar dia.
 
Baca:Kelompok Bersenjata yang Tewaskan Anggota Polda Papua Masih Diburu
 
JK pun menyoroti berbagai tindakan Amerika Serikat yang condong melanggar HAM. Amerika secara brutal menyerang berbagai negara tanpa dasar yang jelas. Misalnya, mengebom Vietnam, Suriah, Irak, dan Libya.
 
"Itu pelanggaran HAM terbesar di dunia yang terjadi. Bukan hanya karena satu korban di Papua, lalu TNI dianggap melanggar HAM. Kita tergantung prosedural apa yang kita buat, seperti itu. Tergantung hukum yang kita tegakkan," tegas dia.
 
Pada Senin pukul 17.30 WIT, anggota Brimob Polda Papua Briptu Heidar ditemukan meninggal dunia di sekitar lokasi yang sebelumnya di laporkan menjadi lokasi ia disandera oleh sekelompok orang.
 
Kejadian itu berawal saat Heidar dan Bripka Alfonso Wakum sedang melaksanakan tugas penyelidikan di wilayah Kabupaten Puncak dengan mengendarai kendaraan roda dua.
 
Saat di Kampung Usir, Heidar dipanggil oleh temannya sehingga Alfonso memberhentikan kendaraannya dan menunggu di samping motor.
 
Pada saat Heidar berbicara dengan temannya itu, tiba-tiba sekelompok orang datang dan langsung menyanderanya.
 
Alfonso sempat meminta tolong dan langsung kembali dengan sepeda motor untuk melaporkan peristiwa tersebut ke Pos Polisi di Kago, Kabupaten Puncak.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif