Presiden Joko Widodo memantau rehabilitasi lahan di Sukajaya, Kabupaten Bogor. Foto: ANT/Sigid Kurniawan
Presiden Joko Widodo memantau rehabilitasi lahan di Sukajaya, Kabupaten Bogor. Foto: ANT/Sigid Kurniawan

Jokowi Minta Wilayah Rawan Bencana Ditanam Vetiver

Nasional tanah longsor bencana longsor
Nur Azizah • 04 Februari 2020 09:56
Jakarta: Pemerintah daerah diminta mulai menanam akar wangi atau vetiver di daerah rawan bencana. Tanaman berjenis rumput ini memiliki akar satu hingga tiga meter yang dapat mencegah longsor.
 
"Membuat tanggul penahan penting. Tapi jauh lebih penting merehabilitasi lahan dan menanam pohon dengan akar yang kuat dan panjang. Harus mulai dikenalkan vetiver," kata Presiden Joko Widodo dalam sambutan di Rapat Koordinasi Nasional Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) 2020 di Sentul International Convention Center, Jawa Barat, Selasa, 4 Februari 2020.
 
Jokowi ingin bibit-bibit itu disebar ke seluruh daerah yang memiliki ancaman bencana. Tanaman ini sudah mulai ditanam di kawasan longsor Sukajaya, Bogor, Jawa Barat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kombinasikan dengan tanaman lainnnya seperti durian dan petai," papar dia.
 
Jokowi Minta Wilayah Rawan Bencana Ditanam Vetiver
Presiden Joko Widodo menaman vetiver di Sukajaya, Kabupaten Bogor. Foto: ANT/Sigid Kurniawan
 
Kepala Negara siap membantu menyiapkan vetiver. Namun, ia meminta pemda mandiri menyediakan tanaman itu.
 
"Kemarin Pak Ridwan Kamil (gubernur Jawa Barat) bilang butuh 50 juta vetiver. Separuh buat sendiri, separuh dari pemerintah pusat. Kita kan harus bagi-bagi ke daerah lain juga," ungkap Jokowi.
 
Mantan Wali Kota Solo ini juga meminta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menanam vetiver. Tanaman ini bisa mencegah sedimen lumpur masuk ke Waduk Gajah Mungkur.
 
"Tidak akan rampung kalau di hulunya tak diperbaiki, butuh penghijauan kembali. Ini juga butuh vetiver," tutur Jokowi.
 
Rakornas BNPB 2020 dihadiri Kepala BNPB Doni Monardo, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Sekretariat Kabinet Pramono Anung. Tampak juga Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.
 

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif