Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menunjukkan foto terduga teroris yang ditangkap Polisi Malaysia. (Foto: Medcom.id/Kautsar Prabowo)
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menunjukkan foto terduga teroris yang ditangkap Polisi Malaysia. (Foto: Medcom.id/Kautsar Prabowo)

Dua WNI Terduga Teroris Ditangkap Polisi Malaysia

Nasional terorisme
Kautsar Widya Prabowo • 14 Mei 2019 15:42
Jakarta: Dua warga negara Indonesia (WNI) atas nama Muhammad Amru Lubis asal Medan dan Fatir Tir yang asalnya masih ditelusuri ditangkap oleh Polisi Diraja Malaysia (PDRM). Keduanya diduga terlibat terorisme dan saat ini keduanya telah berada dalam pemeriksaan densus anti terorisme Malaysia atau disebut E8.
 
"Dua WNI yang saat ini menjalani pemeriksaan di E8, PDRM, patut diduga yang bersangkutan terlibat dalam jaringan terorisme di Malaysia," ujar Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 14 Mei 2019.
 
Dalam penangkapan tersebut ditemukan barang bukti berupa alat komunikasi. Barang bukti lainnya seperti bahan peledak masih ditelusuri lebih lanjut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Barang bukti sementara oleh Kepolisian Malaysia dari dua WNI, alat komunikasi handphone, kemudian identitas yang bersangkutan. (Barang bukti bahan peledak) belum (ditemukan), masih dikembangkan," tuturnya.
 
Baca juga:Terduga Teroris Atlet Berperilaku Biasa
 
Sementara itu Kepolisian Indonesia melalui Densus 88, tengah mendalami keterkaitan dua WNI itu dalam jaringan teroris di dalam negeri. Terutama dalam jaringan Jamaah Ansharud Daulah (JAD)
 
"Mendalami apakah yang bersangkutan memiliki keterkaitan dengan JAD di Indonesia," tuturnya.
 
Saat ini, tambah Dedi, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia dan Senior Liaison Officer (SLO) Polri juga sudah melakukan pendampingan hukum. Selain WNI, PDRM turut menangkap dua warga negara Malaysia terkait kasus yang sama atas namaMuhammad Nuurul Amin dan Syazani.Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur telah meminta akses kekonsuleran untuk memverifikasi identitas pria tersebut.
 
"PDRM telah mengeluarkan rilis mengenai penangkapan empat orang terduga radikalisme atau terorisme. Dari keempat orang tersebut, terdapat seorang yang diduga WNI berinisial FT," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal, di Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019.
 
"KBRI Kuala Lumpur telah meminta akses kekonsuleran kepada PDRM untuk memverifikasi dokumen dan kewarganegaraan FT," imbuh dia.
 
Baca juga:Terduga Teroris di Bekasi Tak Pernah Bersosialisasi
 
Inspektur Jenderal Polisi Abdul Hamid Bador mengatakan keempatnya telah mengaku sebagai 'paket serigala' Islamic State (ISIS). Mereka juga mengaku tengah bersiap menyerang pada minggu pertama Ramadan untuk membalas kematian pemadam kebakaran Muhammad Adib Mohd Kassim.
 
Abdul Hamid menuturkan para tersangka adalah seorang warga Malaysia, dua orang Rohingya, dan seorang warga Indonesia. Keempatnya ditangkap di Terengganu dan Klang Valley antara 5 hingga 7 Mei.
 
Dalang 'paket serigala' ini adalah seorang pekerja konstruksi Malaysia berusia 34 tahun. Dia ditangkap di Kuala Berang, Terengganu pada 5 Mei lalu.
 
Salah satu pria Rohingya merupakan seorang pelayan berusia 20 tahun. Dia masih memiliki status sebagai pengungsi. Warga Rohingya lainnya ditangkap di Old Klang Road. Sementara seorang warga Indonesia ditangkap di Subang Jaya. Keduanya ditangkap pada 7 Mei 2019
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif