58 Tahanan Terorisme di Lapas Nusakambangan Dipindah

Liliek Dharmawan 20 Mei 2018 14:53 WIB
terorisme
58 Tahanan Terorisme di Lapas Nusakambangan Dipindah
Polisi melakukan penjagaan saat proses penyeberangan bus yang akan digunakan untuk mengangkut tahanan teroris yang akan dipindahkan dari Nusakambangan, di Dermaga Penyeberangan Wijayapura, Cilacap, Jateng, Minggu (20/5)
Cilacap: Setelah sekitar sepekan mendekam di sejumlah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah (Jateng), 58 tahanan kasus terorisme dipindahkan ke rumah tahanan (Rutan) Gunung Sindur, Bogor, Minggu 20 Mei 2018. Selain 58 tahanan, ada seorang bayi yang merupakan anak dari salah satu tahanan ikut dipindahkan. 

Tahanan tersebut dipindahkan karena mereka masih harus mengikuti proses hukum. Dalam pemindahan tersebut Polres Cilacap mengerahkan 600 personel untuk pengamanan.

"Karena para tahanan masih harus menjalani proses hukum, maka mereka dipindahkan. Ada 58 tahanan yang sebelumnya berada di Mako Brimob kemudian masuk ke Lapas Nusakambangan yang kini dipindahkan ke Rutan Gunung Sindur," kata Koordinator Lapas se-Nusakambangan Hendra Eka Putra.


Hendra yang juga juga menjabat Kepala Lapas Batu Nusakambangan ini menyebut, dari 58 tahanan kasus terorisme, 9 orang berasal dari Lapas Besi, 25 dari Lapas Pasir Putih dan 25 tahahan yang sebelumnya berada di Lapas Batu termasuk dua perempuan dan satu bayi.

Para tahanan tersebut dipindahkan menggunakan lima bus Korps Brimob yang dikawal kendaraan bermotor yang ditumpangi anggota Brimob serta kendaraan Barracuda.

Sementara Kapolres Cilacap Ajun Komisaris Besar Djoko Julianto mengatakan pihaknya mengerahkan 600 personel kepolisian yang dibantu anggota TNI untuk melakukan penjagaan. "Kami hanya mengawal para tahanan yang dipindahkan. Untuk pengamanan, kami mengerahkan 600 personel aparat kepolisian yang dibantu anggota TNI," ┬Łtambahnya. 



(ALB)