Fahri Hamzah Apresiasi Respons Cepat Pemerintah Tangani Gempa

Anggi Tondi Martaon 08 Agustus 2018 17:51 WIB
berita dpr
Fahri Hamzah Apresiasi Respons Cepat Pemerintah Tangani Gempa
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah (Foto:Dok.DPR)
Jakarta: Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengapresiasi respons cepat pemerintah dan berbagai pihak dalam membantu korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Berdasarkan pantauan Fahri, sudah berdiri tenda-tenda pengungsian untuk membantu korban. "Alhamdulillah, respons pemerintah cepat. Bantuan dari berbagai NGO dan lembaga charity mengalir sampai kepada korban. Sepanjang jalur Sambalie, Sembalun, kamp-kamp pengungsi dengan bantuan dari berbagai elemen masyarakat. Di saat seperti inilah kita berbagi," kata Fahri dalam keterangan tertulis, Rabu, 8 Agustus 2018.

Pimpinan DPR koordinator bidang kesejahteraan rakyat (Korkesra) itu kembali mendesak pemerintah meningkatkan status bencana di Lombok menjadi bencana nasional. 


Alasannya, bencana tersebut menelan banyak korban, serta mayoritas hunian dan bangunan rata dengan tanah. Alasan lain Fahri mengusulkan agar bencana di Lombok sebagai bencana Nasional, karena hampir 800-an kali getaran dan dua kali puncak gempa yang mematikan. 

Bencana pertama terjadi pada Senin, 30 Agustus 2018, gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter mengguncang pulau utama Nusa Tenggara Barat ini, disebabkan aktivitas Sesar Naik Flores  (Flores Back Arc Thrust). Dampak gempa itu sangat terlihat di Sambalia dan Sembalun - Lombok Timur, beserta Bayan Lombok Utara. 

Berselang beberapa hari kemudian, tepatnya pada Minggu, 5 Agustus 2018, Pulau Lombok kembali diguncang gempa. Gempa berkekuatan 7 Skala Richter mengguncang sebagian besar Pulau Lombok. 

"Ini di Lombok Utara seperti daerah mati. Di sana episentrum gempa kali ini. Lombok Timur, Lombok Barat, Mataram, dan Lombok Tengah juga terkena. Sepanjang jalan raya, rumah hancur berantakan. Seperti habis dilibas ekor raksasa," kata dia. 

Oleh karenanya, politikus PKS itu menyebutkan, penanganan dampak bencana di Lombok harus ditangani secara nasional. "Pak Jokowi, juga para menteri terkaitnya, tolong lihatlah tempat kami. Setengah pulau kami roboh, ratusan orang meninggal, ditambah lagi dengan putusnya aliran listrik dan air. Sumber daya lokal juga sudah tidak lagi memadai. Ini bencana nasional," ujar dia.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id