Polda Sumut Curigai Tes Psikologi Kompol Fahrizal

Ilham wibowo 04 Mei 2018 18:38 WIB
penembakan
Polda Sumut Curigai Tes Psikologi Kompol Fahrizal
Kapolda Sumatra Utara Irjen Paulus Waterpauw. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.
Jakarta: Polda Sumatera Utara (Sumut) curiga dengan tingkah laku Kompol Fahrizal yang mengalami perubahan kondisi jiwa. Padahal, Wakapolres Lombok Tengah ini merupakan lulusan terbaik Akademi Kepolisian tahun 2003.
 
Kapolda Sumatra Utara Irjen Paulus Waterpauw mengakui Fahrizal cakap dalam tes psikologi. Karir dia di Korps Bhayangkara pun moncer hingga lolos Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri.
 
Namun, ahli kejiwaan menyebut Fahrizal terindikasi mengalami gangguan jiwa usai insiden penembakan adik iparnya hingga tewas. Rangkaian tes yang dilakukan Fahrizal selama menjadi personel Polri pun bakal ditelusuri.
 
"Dia itu tes psikologi tinggi nilainya, itu hebatnya, makanya kita lagi buktikan ya," ucap Paulus di PTIK, Jakarta, Jumat, 4 Mei 2018.

Baca: Kompol Fahrizal Kerap Pukul Tembok dan Benturkan Kepala

Dari pemeriksaan saksi, Fahrizal mengalami perubahan kondisi kejiwaan tersebut sebelum insiden penembakan. Penyidik kepolisian bakal menunggu hasil resmi tim kedokteran yang melakukan tahapan orientasi.
 
"Sekarang dalam proses penyelidikan, tetapi karena terindikasi begitu kita titip ke RS Jiwa, bahasanya diorientasi itu diamati," tuturnya.
 
Sebelumnya, Fahrizal menembak mati adik iparnya Jumingan di rumah orangtuanya, Jalan Tirtosari Gang Keluarga, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, Sumut, Rabu, 4 April 2018.
 
Tersangka meletuskan senjata sebanyak enam kali hingga korban tewas bersimbah darah. Jasad Jumingan kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk otopsi. Kemudian Fahrizal menyerahkan diri ke Polda Sumut.
 
Fahrizal saat ini menjabat Wakapolres Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Sebelumnya dia menduduki sejumlah posisi di jajaran Polda Sumut, seperti Kasat Reskrim Polres Labuhan Batu, Kasat Reskrim Polresta Medan, kemudian menjadi Wakasat Reskrim Polrestabes Medan, sebelum akhirnya menempuh pendidikan Sespim.




(FZN)