Ilustrasi Pelaksanaan Haji di 2021 ini akan dibatasi seperti halnya di 2020. Foto: Dok/AFP
Ilustrasi Pelaksanaan Haji di 2021 ini akan dibatasi seperti halnya di 2020. Foto: Dok/AFP

Menag: Kedisiplinan Jemaah Umrah Berdampak pada Penyelenggaraan Haji

Nasional kementerian agama Ibadah Umrah haji ibadah haji covid-19 protokol kesehatan Kemenag
Fachri Audhia Hafiez • 20 Oktober 2021 21:52
Jakarta: Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meminta jemaah umrah Indonesia untuk disiplin mengikuti regulasi yang berlaku di Arab Saudi. Kedisiplinan jemaah diyakini bakal membawa sisi positif pada penyelenggaraan Haji 2022.
 
"Keberhasilan penyelenggaraan ini akan berpengaruh pada penyelenggaraan haji tahun yang akan datang," kata Yaqut dalam pembukaan Mukernas Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) 2021 secara daring di Jakarta, Rabu, 20 Oktober 2021.
 
Yaqut juga mendorong Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) konsisten mematuhi protokol kesehatan (prokes) ketika Indonesia sudah boleh memberangkatkan jemaah. Jemaah yang dibawa PPIU harus terus mendapatkan pemantauan prokes.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya sangat berharap karena ini saling tali temali, saling berkaitan, PPIU memastikan jemaah umrah itu mematuhi aturan dan prokes yang akan diberlakukan," ujar Yaqut.
 
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengingatkan agar mencegah kecolongan tak patuh prokes. Terlebih, banyak tahapan tes covid-19 yang akan dijalani jemaah.
 
"Kita semua tidak ingin ada kejadian tes polymerase chain reaction (PCR) negatif di Tanah Air. Namun, ketika tiba di Arab Saudi sebaliknya menjadi positif," ucap Yaqut.
 
Baca: Ini Alasan Kemenag Belum Tetapkan Jadwal Umrah
 
Detail penerapan prokes tengah disempurnakan oleh Kementerian Agama (Kemenag). Bersamaan dengan itu, Yaqut berencana terbang ke Arab Saudi untuk memastikan kepastian jemaah Indonesia bisa berangkat ke Tanah Suci.
 
"Pemerintah pasti akan terus melakukan upaya diplomasi, seperti di akhir Oktober 2021, untuk bisa bertemu langsung dengan Pemerintah Arab Saudi," kata Yaqut.
 
Indonesia sudah diizinkan untuk menyelenggarakan umrah oleh Pemerintah Arab Saudi. Hal ini tertuang melalui nota diplomatik Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta pada Jumat, 8 Oktober 2021.
 
Di dalam nota diplomatik juga disebutkan bahwa kedua pihak sedang dalam tahap akhir pembahasan. Khususnya pembahasan terkait vaksin covid-19 dan upaya memfasilitasi proses masuknya jemaah.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif