Adelin Lis mendapat kawalan ketat saat tiba di Jakarta. Dok. Kejagung RI
Adelin Lis mendapat kawalan ketat saat tiba di Jakarta. Dok. Kejagung RI

Kronologi Pemulangan Adelin Lis, Sang Buron Berisiko Tinggi

Nasional kasus korupsi pembalakan liar Kejaksaan Agung Adelin Lis
Siti Yona Hukmana • 19 Juni 2021 22:38
Jakarta: Kapuspenkum Kejaksaan Agung (Kejagung) Leonard Eben Ezer Simanjuntak membeberkan kronologi pemulangan buron kasus korupsi pembalakan liar, Adelin Lis. Termasuk teknis pengamanan buron berisiko tinggi itu hingga tahap eksekusi.
 
Terpidana Adelin dipulangkan ke Jakarta menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA-837. Pesawata terbang dari Singapura sekitar pukul 18.40 WIB, Sabtu, 19 Juni 2021.
 
"Terpidana memasuki bandara dilakukan pengawalan cukup ketat oleh empat orang petugas kepolisian Singapura, dengan memperlakukan terpidana sebagai daftar pencarian orang (DPO) berisiko tinggi," kata Leonard di Gedung Kejagung, Jakarta Selatan, Sabtu, 19 Juni 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adelin Lis duduk di bangku nomor 57 T. Dia dikawal petugas Kejaksaan. Pesawat mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten sekitar pukul. 19.56 WIB.
 
"Operasi pemulangan DPO ini dipimpin langsung oleh Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Sunarta). Dilakukan pengamanan ekstra oleh Polda Banten, Polres Tangerang, Polres Soetta, TNI, dan Imigrasi," ungkap Leonard.
 
Terpidana menjalani rapid test antigen setiba di Gedung Kejagung. Walau berhasil negatif covid-19, Adelin dijadwalkan tes PCR besok, 20 Juni 2021.
 
Baca: Kerja Sama Antar-Kedutaan Kunci Sukses Pemulangan Adelin Lis
 
Adelin juga bakal dikarantina kesehatan selama 14 hari di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba cabang Kejagung. Setelah itu, Adelin Lis dieksekusi ke lembaga pemasyarakatan (lapas).
 
Buron terpidana pembalakan liar di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara, ini pernah melarikan diri ke Tiongkok dan ditangkap pada 2006. Namun, Adelin melarikan diri setelah puluhan orang tak dikenal mengeroyok 4 petugas KBRI yang mengawalnya. Namun, dia bisa ditangkap lagi setelah dibantu kepolisian Beijing.
 
Pada 2008, Adelin kembali melarikan diri sampai tertangkap lagi Maret tahun 2021 di Singapura. Sebelum buron, Adelin dipidana 10 tahun penjara, denda Rp1 miliar rupiah, dan uang penganti 199 miliar rupiah untuk kasus tindak pidana korupsi.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif