Juru bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi/Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen
Juru bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi/Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen

Kemenkes Hentikan Sementara Distribusi Vaksin AstraZeneca

Nasional Virus Korona kemenkes covid-19 pandemi covid-19 vaksin covid-19 Satgas Covid-19 Vaksinasi covid-19 Satu Tahun Covid-19 Vaksin Slank untuk Indonesia
Nur Azizah • 17 Mei 2021 09:33
Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menghentikan sementara distribusi Vaksin AstraZeneca batch CTMAV547. Kebijakan diambil lantaran dugaan dua kasus kematian.
 
"Ada dugaan kematian pascavaksinasi," kata juru bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi saat dihubungi, Jakarta, Senin, 17 Mei 2021.
 
Nadia mengatakan dua kasus dugaan kematian itu terjadi di Jakarta. Komisi Nasional (Komnas) KIPI telah menyelidiki kasus ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita tunggu kepastian (penyelidikan) dari Komnas KIPI," ucap dia.
 
Dia tak memerinci dua kasus dugaan kematian akibat Vaksin AstraZeneca. Sebelumnya, pemuda bernama Trio Fauqi Virdaus meninggal dunia satu hari usai divaksinasi. Penyebab kematian pria berusia 22 tahun ini dikaitkan dengan Vaksin AstraZeneca. 
 
Baca: Penyuntikan Vaksin Covid-19 Bertambah 32.384 Dosis
 
Ketua KIPI Hindra Irawan Satari mengatakan pihaknya belum mendapatkan cukup bukti untuk mengaitkan kejadian itu dengan vaksinasi.  
 
Pemuda asal Buaran, Jakarta Timur, ini meninggal pada Kamis, 6 Mei 2021. Almarhum disuntik Vaksin AstraZeneca pada Rabu, 5 Mei 2021.
 
Mulanya almarhum merasa demam setelah mendapatkan suntikan vaksin. Karena kondisinya melemah ia dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal sekitar pukul 12.30 WIB

Vaksin untuk Indonesia


Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
 
"Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
 
Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.
 

 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif