Ilustrasi tes swab terhadap petugas Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa, 18 Agustus 2020. Foto: Medcom.id/Christian
Ilustrasi tes swab terhadap petugas Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa, 18 Agustus 2020. Foto: Medcom.id/Christian

Batas Tarif Tertinggi Swab Ditetapkan Melalui Surat Edaran Kemenkes

Nasional Virus Korona kemenkes
Nur Azizah • 06 Oktober 2020 03:07
Jakarta: Kementerian Kesehatan menetapkan batas atas pemeriksaan polymarese chain reaction (PCR) sebesar Rp900 ribu. Kebijakan ini ditetapkan dalam Surat Edaran Nomor HK02.02/3715/2020 tentang Batasan Tarif Tertinggi PCR.
 
"Sehubungan dengan hal tersebut maka disampaikan bahwa dalam pelayanan pemeriksaan real time (RT) PCR oleh fasilitas pelayanan kesehatan untuk memperhatikan, batas tarif tinggi untuk pemeriksaan PCR termasuk pengambilan stroke adalah Rp900 ribu," kata Pelaksana tugas (plt) Dirjen Pelayanan Kesehatan Abdul Kadir dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin, 5 Oktober 2020.
 
Batas tertinggi berlaku untuk masyarakat yang melakukan pemeriksaan atas permintaan sendiri. Batas tarif tertinggi tidak berlaku untuk kontak tracing atau rujukan kasus covid-19 ke rumah sakit yang mendapat bantuan dari pemerintah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dinas Kesehatan Provinsi dan kabupaten/kota harus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan batas tarif tertinggi agar sesuai dengan kewenangan masing-masing dan ketentuan perundang-undangan," ujar Kadir.
 
Baca: Kasus Covid-19 Bertambah 3.622, Sembuh 4.140
 
Dia meminta dinkes provinsi dan kabupaten/kota mengevaluasi penerapan tersebut secara periodik. Evaluasi akan dilakukan bersama Kementerian Kesehatan dan badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan (BPKP).
 
Abdul mengatakan penetapan batas harga tertinggi itu telah melalui sejumlah pertimbangan. Mulai dari memperhitungkan komponen biaya jasa pelayanan, dan sumber daya manusia (SDM), termasuk jasa dokter spesialis mikrobiologi klinik.
 
Kemudian, tenaga ekstraksi, jasa pengambilan sampel, tenaga ahli teknologi laboratorium medik (ATLM), serta komponen lain seperti bahan habis pakai dan alat pelindung diri (APD).
 
"Di samping itu juga kami menghitung harga regen, yaitu harga regen ekstraksi dan PCR-nya sendiri," ungkap Abdul.
 
Kemenkes juga memperhitungkan pemakaian listrik, air, telepon, perawatan alat, penyusutan alat, dan pengelolaan limbah. Kemudian, biaya administrasi yang terdiri atas biaya pendaftaran hingga biaya pengiriman hasil juga turut dipertimbangkan dalam menetapkan batas tarif ini.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif