Puluhan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, mengunjungi Metro TV--Medcom.id/K. Yudha Wirakusuma.
Puluhan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, mengunjungi Metro TV--Medcom.id/K. Yudha Wirakusuma.

Puluhan Mahasiswa IAIN Surakarta Kunjungi Metro TV

Nasional metro tv
K. Yudha Wirakusuma • 30 April 2019 12:48
Jakarta: Puluhan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, mengunjungi Metro TV. Puluhan mahasiswa dari jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) IAIN Surakarta ini berkesempatan melihat dari dekat proses produksi Metro TV.
 
"Kita satu bus ke sini. Ingin melihat dari dekat soal produksi di Metro TV," kata Kepala Jurusan KPI IAIN Surakarta, Fathan, S.Sos., MSi, di Ruang Rapat Lobby Tengah Metro TV, Jalan Pilar Mas Raya, Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa, 30 April 2019.
 
Dia berharap silahturahmi antara IAIN Surakarta dan Metro TV bisa semakin erat. "Insyaallah silahturahmi bisa berlanjut," ucapnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara, Manajer Public Relation and Publicity Metro TV, Henny Puspitasari berterima kasih atas kunjungan dari mahasiswa Universitas IAIN Surakarta. Semoga kunjungan ini dapat bermanfaat. “Saya senang sekali kalau kedatangan tamu, apalagi dari mahasiswa dan mahasiswi,” ucapnya.
 
Dia pun menjelaskan soal sejarah berdirinya Metro TV. Metro TV adalah televisi berita pertama di Indonesia, yang hadir di Indonesia. Metro TV berdiri pada 25 November 2000. "Saat itu belum ada televisi berita di Indonesia. Saat itu telivisi masih menyajikan hiburan dan lainnya," terangnya.
 
Sementara, Robiah Al Adawiah, salah satu mahasiswi KPI, IAIN, Surakarta, senang mendapat kesempatan berkunjung ke Metro TV. Kunjungan ini adalah pengalaman berharga dalam hidupnya. "Jadi kita dapat tahu berita dari reporter sampai ke tayangan televisi," terangnya.
 
Puluhan Mahasiswa IAIN Surakarta Kunjungi Metro TV
Robiah Al Adawiah, salah satu mahasiswi KPI, IAIN, Surakarta. Foto: Medcom.id/K. Yudha Wirakusuma.
 
Wanita yang bercita-cita menjadi reporter televisi ini kagum dengan kerja profesional Metro TV. Menurutnya, banyak orang tidak mengetahui soal proses produksi pemberitaan, sehingga cenderung menggampangkan. "Di sini kita dapat merasakan dan mempelajari langsung," kata Robiah.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif