YLKI: Harus Ada Sanksi Keras kepada Lion Air

Dian Ihsan Siregar 01 November 2018 12:13 WIB
Lion Air Jatuh
YLKI: Harus Ada Sanksi Keras kepada Lion Air
Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi. (Medcom.id/Patricia Vicka)
Jakarta: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membebastugaskan direktur dan pegawai te‎knik Lion Air. Hal itu menyusul jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang di Perairan Karawang.

Sanksi yang diberikan Kemenhub dinilai tidak membuat jera. Seharusnya pemerintah lewat Kemenhub memberikan sanksi kepada Lion Air, tidak boleh menambah rute dan pesawat baru.

"Harus ada sanksi yang keras kepada Lion Air, agar mereka shock therapy. Kalau memecat direktur teknis itu bukan sanksi korporsi. Kalau kasih sanksi yang harus menjerakan," kata Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi kepada Medcom.id, Kamis, 1 November 2018.


Baca: Kemenhub Klaim Berhak Pecat Direktur Teknik Lion Air

Jika hanya sanksi yang tidak tegas diberikan pemerintah, Tulus menegaskan, maka Lion Air diyakini tidak akan memperbaiki kinerjanya yang carut marut. Pada akhirnya, konsumen yang dikorbankan.

"Bisa juga pembekuan izin baru atau bahkan lebih, biar mereka kapok, kalau cuma sanksi yang kemarin tidak berasa bagi mereka," ‎cetus Tulus.

Bayangkan saja, lanjut Tulus, seharusnya pesawat JT 610 itu harus ada perbaikan terlebih dahulu. Karena pada malam harinya memang pesawat tersebut mengalami gangguan.

"Pesawat itu patut diduga harus maintenance dulu, setelah malamnya berangkat dari Denpasar-Jakarta. Terbukti tidak maintenance, keluhan pilot diabaikan. Kalau sudah maintenance dan sudah dianggap baik, maka dirilis baru bisa terbang," terang Tulus.

Dia menambahkan jika hanya memecat salah satu direktur, itu bukan sanksi yang tegas. Karena, Lion Air merupakan perusahaan swasta. "Kecuali, Garuda Indonesia, itu baru pas, tapi ini enggak terlihat sama sekali sanksinya," pungkas Tulus.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id