Kepala BNPB Letnan Jenderal Doni Monardo. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
Kepala BNPB Letnan Jenderal Doni Monardo. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam

BNPB Cari Sejarah Bencana Indonesia ke Belanda

Nasional bencana
Candra Yuri Nuralam • 29 Mei 2019 12:21
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan utusan untuk mempelajari naskah-naskah berbahasa Belanda yang membahas kebencanaan di Indonesia. Studi ini bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi di Belanda.
 
"Pada tanggal 17-21 Mei 2019 yang lalu BNPB bersama sejumlah tim dari berbagai kementerian dan perguruan tinggi ke Belanda," kata Kepala BNPB Letnan Jenderal Doni Monardo di Gedung Graha BNPB, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu, 29 Mei 2019.
 
Doni mengatakan studi ini ditujukan untuk mencari persamaan kejadian bencana yang dicatat Indonesia dengan Belanda pada masa lalu. Studi ini bertujuan untuk membuat Indonesia lebih paham dan mengerti tentang kesiapsiagaan bencana alam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Intinya adalah bagaimana kami bekerja sama mendapatkan data-data lebih banyak tentang peristiwa masa lalu yang dimiliki Belanda dan tersimpan di arsip nasional Belanda serta di beberapa perguruan tinggi Belanda," ujar Doni.
 
Pencarian kesamaan data pada masa lalu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tim BNPB di Belanda, kata Doni, sempat kesulitan memahami bahasa Belanda di arsip lantaran menggunakan bahasa lawas.
 
"Jadi bahasanya bahasa masa lalu dan ternyata membutuhkan keahlian khusus membaca itu. Dan semuanya tulisan tangan," tutur Doni.
 
Atas studi itu, BNPB berhasil menemukan informasi awal berupa peta bencana yang memiliki kesamaan antara Belanda dan Indonesia melalui naskah VOC. Selain itu, BNPB juga berhasil mendapatkan informasi mengenai laporan cuaca yang sama berusia ratusan tahun yang bisa digali menjadi sebuah prediksi.
 
Baca: BNPB Gandeng UNDRR Kelola Risiko Bencana
 
"Kita coba untuk mendapatkan data-data ini sehingga kita bisa tahu apa yang terjadi pada kurun waktu 30-50 tahun terakhir di Indonesia dengan 200 atau 150 tahunan yang lebih di wilayah nusantara," imbuh Doni.
 
Saat ini, BNPB sedang mempelajari kembali mengenai informasi dan data yang sudah di dapatkan dari Belanda. Doni memperkirakan studi ini baru akan rampung dalam satu sampai dua tahun ke depan.
 
"Karena untuk mendapatkan dokumen membutuhkan waktu yang cukup lama. Belum nanti menerjemahkannya kemudian menganalisis hasil temuan itu," kata Doni.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif