Menhub Berusaha Cuti Bersama Lebaran tak Direvisi
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Medcom.id/Faisal Abdalla.
Jakarta: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengusahakan kebijakan cuti bersama Lebaran 2018 tak direvisi. Karena, revisi akan membuat kendaraan menumpuk saat puncak arus mudik.

"Memang ideal itu tetap ada hari libur, dua hari Senin-Selasa (11-12 Juni)," kata Budi di Pulau Lancang Besar, Kepulauan Seribu, Jakarta, Selasa, 1 Mei 2018.

Kementerian Perhubungan telah meriset kemungkinan puncak arus mudik Lebaran 2018. Sebagian besar pemudik memilih mudik pada H-3 dan H-2.


Oleh karena itu, Budi tetap mengusahakan agar cuti bersama berlaku pada 11 dan 12 Juni. Sehingga, masyarakat tetap memiliki pilihan untuk melakukan perjalanan menuju kampung halaman.

"Kalau dipangkas hari minus dua. Senin-Selasa kan masuk. Nah Selasa malam kan peak. Kita bikin riset juga, orang probabilitas pulang itu H-2 dan H-3," jelas dia.

Meski begitu, Budi tetap menyerahkan keputusan kebijakan cuti bersama Lebaran 2018 kepada Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani. Karena, kebijakan ini dibuat berdasarkan banyak pertimbangan.

"Saya serahkan kordinasi di Menko (Kemenko PMK). Saya sudah menyampaikan preferensi saya (yaitu) libur," pungkas dia.

Sebelumnya, melalui Surat Keputusan Bersama (SKB), pemerintah melakukan penambahan cuti bersama Lebaran 2018 tiga hari yaitu pada tanggal 11, 12, dan 20 Juni 2018. Sehingga cuti bersama mulai tanggal 11, 12, 13, 14, 18, 19, dan 20 Juni 2018. Sementara Libur Idulfitri jatuh pada 15 hingga 16 Juni 2018.

Namun, pemerintah berencana merevisi cuti bersama Lebaran 2018 karena ada masukan dari kalangan industri dan dunia usaha. Mereka menilai libur yang terlalu panjang membuat tidak produktif.




(DRI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360