Presiden Joko Widodo - Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli.
Presiden Joko Widodo - Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli.

4 Prioritas Jokowi Menangani Tsunami Palu

Nasional Gempa Donggala
Yogi Bayu Aji • 02 Oktober 2018 13:24
Jakarta: Presiden Joko Widodo menyebut ada empat prioritas dalam penanganan pascagempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Masalah ini meliputi evakuasi hingga perbaikan infrastruktur.
 
"Pertama, yang berkaitan dengan evakuasi korban, pencarian dan penyelematan korban yang belum ditemukan. Pagi ini saya minta kepala Basarnas (Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi), nanti dibantu TNI dan Polri agar menambah personelnya," kata Jokowi dalam rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa, 2 Oktober 2018.
 
Jokowi menyebut penambahan personel guna menjangkau lebih banyak ke wilayah yang terdampak. Kementerian PUPR juga diminta mengerahkan alat-alat berat. Alat berat milik swasta juga bisa diberdayakan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kedua, Kepala Negara fokus pada pertolongan medis. Saat meninjau lokasi, Jokowi melihat tenda-tenda yang dipakai untuk penanganan para korban masih sangat kurang.
 
Dia meminta kementerian yang masih memiliki tenda besar segera mengirim ke Palu, Donggala, Parigi Moutong, dan Sigi. Selain itu, kapal rumah sakit TNI diminta segera merapat ke lokasi.
 
"Saya minta Menteri Kesehatan (Nila Moeloek) memperbanyak rumah sakit lapangan karena saya lihat tidak memungkinkan korban dirawat di dalam rumah sakit. Tentu saja, pastikan kesediaan obat-obatan, tenaga medis, agar semua betul-betul tersedia," jelas dia.
 
Ketiga, Jokowi ingin semua kebutuhan pengungsi tercukupi. Semuanya ada bahan makanan, kebutuhan untuk wanita, bayi, dan anak harus disiapkan, khususnya soal air bersih dan mandi, cuci, kakus (MCK).
 
"Dari TNI dan Polri untuk jaga distribusi logistik agar betul-betul sampai ke masyarakat," tandas dia.
 
(Baca juga: Suplai Obat-obatan ke Sulteng Dikirim Lewat Luwuk)
 
Prioritas keempat perbaikan infrastruktur, terutama bandara, dan jalan-jalan yang kena longsor. Jokowi ingin masalah ini agar segera diselesaikan.
 
"Kementerian PUPR agar dibantu penanganan perbaikan runaway airport sehingga airport di Palu bisa normal kembali sehingga mobilisasi logistik, evakuasi korban bisa dilakukan," tutur dia.
 
Listrik dan bahan bakar minyak (BBM) juga diharap bisa segera terpenuhi di lokasi. Hal ini dinilai amat diperlukan untuk penanganan medis korban.
 
Jokowi menyerahkan koordinasi penanganan bencana kepada Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto. Wakil Presiden Jusuf Kalla juga didapuk sebagai komandan penanganan bencana ini.
 
Sementara itu, Menteri Kesehatan Nila Faried Moeloek memastikan suplai obat-obatan untuk korban bencana di Sulteng terpenuhi. Kemenkes telah mendistribusikan obat-obatan dari unit di Kecamatan Luwuk Timur dan Luwuk Utara.
 
"Tetapi untuk selanjutnya pasti akan membutuhkan. Kami juga tetap akan support dari pusat, termasuk yang sangat diperlukan itu ATS (anti tetanus serum). Obat dari pusat juga sudah ada di (bandara) Halim Perdanakusuma," kata Nila melalui keterangan tertulis, Selasa, 2 Oktober 2018.
 
Tenaga kesehatan dari wilayah terdekat, seperti Makassar, Gorontalo, dan Manado sudah bergerak ke Palu, Donggala, hingga Mamuju. Saat ini, Kemenkes mengupayakan percepatan pengirimian penjernih air serta makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita.
 
(Baca juga:BNPB Punya Dana Siap Pakai Rp6,5 Triliun)

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif