Menaker Imbau Perusahaan Perbanyak Tenaga Kerja Disabilitas

Gervin Nathaniel Purba 30 Oktober 2018 18:24 WIB
berita kemenaker
Menaker Imbau Perusahaan Perbanyak Tenaga Kerja Disabilitas
Menaker Hanif Dhakiri (Foto:Dok.Kemenaker)
Jakarta: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri mengimbau perusahaan baik BUMN, BUMD, maupun swasta untuk mulai menerapkan kewajiban mempekerjakan penyandang disabilitas.

Berdasarkan UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, mengamanatkan perusahaan swasta untuk mempekerjakan satu persen penyandang disabilitas dari total pekerjanya. Sedangkan, perusahaan BUMN sebanyak dua persen.

Penerapan tersebut untuk menjawab isu penting berupa pasar kerja didorong menjadi inklusi, juga sesuai dengan Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.


"Perusahaan harus memberikan ruang kepada penyandang disabilitas untuk bekerja secara formal serta memiliki ikatan kerja yang jelas dengan perusahaan," ujar Hanif, saat membuka acara Seminar Inklusi Film Disabilitas dan Expo Tenaga Kerja Disabilitas Produktif, Selasa, 30 Oktober 2018.

Hanif mengatakan  sudah saatnya semua pihak memperkuat komitmen dan keberpihakan kepada penyandang disabilitas dan perwujudan masyarakat inklusif tanpa melihat latar belakang apapun.

“Mereka harus memiliki kesempatan dan ruang yang sama untuk bisa bekerja, berkarya, dan berkontribusi bagi Republik Indonesia yang tercinta ini,“ ujarnya.

Hal itu menjadi tantangan yang harus diselesaikan bersama. Bukan hanya pemerintah dan perusahaan atau dunia usaha, tapi juga dengan komunitas masyarakat menyangkut kompetensi. 

"Bagaimana penyandang disabilitas ini juga memiliki daya saing, keunggulan, kompetensi yang bersifat soft skill dan hard skill agar mereka juga bisa berkompetisi di pasar kerja dengan yang lain," kata Hanif.

Untuk mengakomodir kepentingan tersebut, maka akses terhadap pelatihan berkualitas bagi penyandang disabilitas juga sangat penting. Hingga saat ini, Kemenaker memiliki 19 Balai Latihan Kerja (BLK).

“Kita semakin memperkuat akses bagi penyandang disabilitas di berbagai kejuruan yang mereka minati. Misalnya BLK Bekasi, kita kembangkan IT, dan sekarang sudah punya kejuruan untuk animasi. Ke depan, proses kejuruan games,“ katanya.

Seminar dan Expo Tenaga Kerja Disabilitas Produktif 2018 merupakan rangkaian kegiatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) pada 3 Desember 2018 bertema Indonesia Inklusi dan Ramah Disabilitas, serta salah satu wujud kepedulian Kemenaker terhadap pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas. 

“Seminar dan expo ini sekaligus mendorong upaya menghilangkan praktik atau tindak diskriminasi, khususnya di dunia kerja," ucap Hanif.




(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id