Kapal Riset BPPT akan Bekerja Lima Hari Penuh
Sejumlah kapal melakukan operasi pencarian di sekitar lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT610 di perairan Karawang, Jawa Barat. (Foto: AFP/Adek Berry)
Jakarta: Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) komitmen membantu mempercepat proses evakuasi pesawat dan korban jatuhnya Lion Air JT610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Salah satu upayanya adalah dengan menerjunkan kapal riset Baruna Jaya 1.

Kepala Seksi Balai Teknologi Survei Kelautan Ikhsan Budi Wahyono mengatakan kapal Baruna Jaya 1 akan disiagakan selama lima hari ke depan untuk melakukan pencarian badan pesawat yang diduga berada di dasar laut.

"Kita siapkan untuk lima hari dengan asumsi area yang relatif dangkal kemungkinan sapuan area (jatuhnya pesawat) tidak terlalu luas," ujarnya dalam Breaking News Metro TV, Selasa, 30 Oktober 2018.


Ikhsan optimistis dalam dua atau tiga hari ke depan seluruh area yang diduga menjadi tempat jatuhnya pesawat Lion Air JT610 bisa terekam oleh sonar kapal Baruna Jaya 1. Setelahnya tim akan membuat desain survei terkait kerapatan titik-titik wilayah berkaitan dengan ketelitian objek yang menjadi lokasi pesawat.

"Kita berharap Allah memudahkan itu tentunya untuk keseluruhan tim yang bekerja di lapangan," ungkapnya.

Ia menambahkan selama lima hari tim akan bertugas 24 jam penuh. Kebutuhan logistik seperti makanan untuk seluruh kru kapal termasuk cadangan bahan bakar telah disiapkan.

"Kita operasional 24 jam karena kalau sudah di tengah laut, kapal berhenti atau bergerak konsumsi bahan bakarnya akan sama. Tinggal nanti dibagi menjadi dua atau tiga shift tergantung jumlah armada di kapal," pungkasnya.





(MEL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id